Toyota Belum Menganggap Mitsubishi Xpander Sebagai Ancaman

Toyota Belum Menganggap Mitsubishi Xpander Sebagai Ancaman

KabarOto.com - Kehadiran Mitsubishi Xpander pada tahun 2017 lalu membuat pasar otomotif menjadi berwarna. Persaingan di kelas Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) pun semakin sengit. Selama ini, pemainnya antara lain Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga dan Honda Mobilio.

Kehadiran Xpander pun mampu menarik perhatian masyarakat Indonesia. Modelnya yang baru, serta fitur-fitur canggih dan harga kompetitif, membuat pencinta otomotif sebagian memilih mobil ini.

Baca Juga: Mitsubishi Akui Xpander Sudah Kalahkan Penjualan Toyota Avanza

Namun pencapaian MMKSI dengan Xpander belum dianggap jadi ancaman serius Toyota Astra Motor. Hal itu dikatakan Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, Franciscus Soerjopranoto.

Selama 18 bulan, MMKSI mencatat penjualan Xpander mencapai 100.000 unit

"Persaingan yang lebih dekat itu sebenarnya ada pada Suzuki Ertiga dan Honda Mobilio. Tahun 2013 dan tahun 2014 mereka sudah terjual 10.000 dan 11.000 unit," ujar Soerjo saat ditemui di launching tim balap TTI di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

"Angka maksimum wholesales sementara masih dipegang Avanza, dengan 21.000 unit, yang kedua itu ya Ertiga dan Mobilio, Xpander masih setara dengan Xenia," tambah Soerjo.

Sedikit mengutip data Gaikindo, sepanjang tahun 2018, Toyota Avanza model lama terdistribusi 86.167 unit, sementara Xpander terdistribusi 75.075 unit.

Avanza terbaru sudah bukukan SPk 17.000 unit.

Lalu apa yang membuat Avanza tetap diminati oleh konsumen di Indonesia? Menurutnya karena mobil ini sangat Indonesia. Yang dimaksud adalah, Avanza awalnya merupakan pecahannya dari Toyota Kijang dengan kelebihan di ground clearance tinggi, kapasitas 7 penumpang dan menggunakan penggerak roda belakang.

"Itu kan sudah jelas ya, jangan dicampur dengan mobil penggerak roda depan, baik itu dari sisi desain, emosional, dan lainnya," terangnya. Ditambahkan Soerjo, Avanza memiliki tipe manual 1.300 cc dan itu merupakan market yang paling besar, power-nya baik dan bahan bakarnya irit.

"Mungkin Xpander bisa di kota besar ya, tapi di daerah dengan transmisi manual dan penggerak roda belakang, kami lebih unggul," paparnya lagi.

Baca Juga: Baru 1,5 Bulan Diluncurkan, Pemesanan Toyota Avanza Sudah Mencapai 17.000 Unit

Nah, susul-susulan penjualan ini menarik untuk dinantikan. Toyota mengklaim kalau duo New Avanza dan Veloz sudah berhasil mengkumpulkan 17.000 SPK. Sementara Mitsubishi berhasil jadi yang tercepat untuk menjual 100.000 unit Xpander, sejak pertama diluncurkan.

Terlebih, pameran mobil Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019, yang dikenal ajang untuk sales jualan sebentar lagi akan dimulai. Akankah Xpander menyalip Avanza sebagai 'Raja' LMPV?