Toyota Hilux BEV Andalkan Sistem MTS dan Ketangguhan Baterai

Kusnadi Chahyono
Kusnadi Chahyono
Minggu, 14 Juni 2026
Toyota Hilux BEV Andalkan Sistem MTS dan Ketangguhan Baterai

Toyota Hilux BEV

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Toyota resmi membuat gebrakan besar di pasar kendaraan niaga dengan memperkenalkan Hilux BEV (Battery Electric Vehicle) generasi kesembilan. Sebagai pikap listrik murni pertama di keluarga Hilux, kendaraan ini tidak hanya menawarkan efisiensi energi, melainkan juga mempertahankan reputasi ketangguhan medan berat.

Salah satu inovasi teknis paling radikal yang diusung adalah penyematan sistem Multi-Terrain Select (MTS) yang dirancang khusus untuk lini kendaraan elektrik.

Kehadiran MTS pada Hilux BEV merupakan yang pertama kalinya diterapkan oleh Toyota pada sebuah mobil listrik murni. Sistem kontrol elektronik ini menyajikan lima mode berkendara yang secara otomatis mengatur distribusi torsi instan dan pengereman pada poros roda.

Toyota Hilux BEV
Toyota Hilux BEV siap melintasi medan offroad

Baca Juga: Strategi Ganda Mercedes-Benz: Menjawab Kebutuhan Logistik Lewat Truk Listrik dan Hidrogen

Mekanisme kerja ini mampu mereplikasi efek transfer daya low range (gigi rendah) tradisional tanpa memerlukan transmisi mekanis konvensional, sehingga pengemudi dapat menaklukkan medan ekstrem dengan presisi tinggi.

Menaklukkan Lima Medan Berat dengan Presisi Torsi Instan

Sistem MTS di Hilux BEV menawarkan fleksibilitas penuh melalui pilihan mode berkendara yang dapat disesuaikan dengan kondisi permukaan jalan yang dihadapi oleh pengguna:

  • Rock: Dioptimalkan untuk jalur berbatu besar dan pendakian terjal.
  • Sand: Memaksimalkan traksi di area pantai, jalur gurun, dan permukaan pasir yang gembur.
  • Mud: Mencegah ban selip di trek berlumpur serta area persawahan yang basah.
  • Dirt: Menjaga stabilitas berkendara di atas jalan tanah dan kerikil.
  • Mogul: Fitur perdana pada BEV untuk meredam guncangan di permukaan jalan yang bergelombang ekstrem atau tidak rata.
Toyota Hilux BEV
Sistem MTS di Hilux BEV

Selain opsi manual, sistem MTS ini dilengkapi dengan fitur Mode Otomatis. Fitur canggih tersebut mampu membaca perilaku kendaraan serta input dari pengemudi untuk mengaktifkan setelan paling ideal secara instan.

Desain Baterai Khusus: Perlindungan Maksimal di Dalam Sasis

Daya jelajah dan performa Hilux BEV ditopang oleh baterai lithium-ion berkapasitas 59,2 kWh dengan sistem pendingin air (water-cooled). Paket baterai ini terdiri dari 80 sel yang tersusun rapi dalam lima modul terpisah.

Mengingat statusnya sebagai pikap pekerja keras, Toyota merancang baterai khusus ini agar muat dengan sempurna di dalam ruang sasis ladder frame bawaan tanpa mengorbankan ruang kabin Double Cab maupun luas bak penampungan barang di bagian belakang.

Sistem MTS di Toyota Hilux BEV
Baterai lithium-ion berkapasitas 59,2 kWh aman terlindungi

Untuk mengantisipasi momen puntir sasis saat melintasi medan kasar, Toyota menciptakan struktur sub-frame baterai baru yang fleksibel. Menggunakan pola diamond pattern yang telah dipatenkan, baterai terikat kuat di area sasis yang memiliki tingkat puntiran rendah.

Komponen ini juga dilindungi oleh pelat pelindung bawah (undercover) yang kokoh serta penguat benturan berbahan aluminium di rel samping sasis guna meredam energi tabrakan.

Toyota Hilux BEV
Hilux BEV telah mendukung sistem pengisian daya cepat DC fast-charging

Efisiensi Pengisian Daya dan Jarak Tempuh Fleksibel

Sektor manajemen daya menjadi fokus penting bagi konsumen operasional bisnis demi meminimalkan waktu tunggu (downtime) kendaraan. Hilux BEV telah mendukung sistem pengisian daya cepat DC fast-charging 125 kW atau lebih dengan koneksi CCS2, yang mampu mengisi daya dari 10 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu 30 menit.

Sementara untuk pengisian daya AC hingga 10 kW menggunakan wallbox rumah atau fasilitas publik, pengisian dari 10 persen hingga 100 persen membutuhkan waktu sekitar 6,5 jam.

Berdasarkan pengujian WLTP combined, Hilux BEV mampu menempuh jarak hingga 257 km, sedangkan untuk rute perkotaan (city cycle) jarak tempuhnya meningkat hingga 380 km.

Jarak tersebut dinilai sangat ideal untuk memenuhi kebutuhan operasional harian komersial seperti sektor kehutanan, kompleks industri, hingga area infrastruktur bandara dan pelabuhan.

Toyota Hilux BEV
Memiliki wading depth sedalam 700 mm

Baca Juga: Mercedes-Benz Rilis G-Class dan Vans Taktis Perang Terbaru

Ketahanan QDR dan Kemampuan Menerjang Banjir 700 mm

Toyota memastikan prinsip dasar QDR (Quality, Durability, and Reliability) tetap tertanam kuat pada versi elektrik ini. Hilux BEV telah melewati rangkaian program pengujian fisik yang identik dengan varian mesin konvensional (ICE) maupun Mild Hybrid 48V.

Salah satu pembuktian ketangguhannya adalah kemampuan melewati genangan air atau wading depth sedalam 700 mm. Kemampuan ini dicapai berkat isolasi total pada komponen baterai serta penempatan pipa napas (breather) eAxle yang dipasang tinggi untuk mencegah air masuk ke dalam motor listrik.

Kombinasi antara struktur sasis tangguh, poros belakang de Dion rigid axle dengan per daun, serta integrasi sistem penggerak AWD permanen membuat Hilux BEV siap menjadi standar baru di segmen pikap ramah lingkungan. Kendaraan ini berhasil membuktikan bahwa transisi ke era elektrifikasi dapat dicapai tanpa perlu menumbalkan kapabilitas off-road yang legendaris.

Tags:

#Toyota Hilux BEV #Toyota Hilux Listrik #Pikap Listrik

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan