Toyota Indonesia Academy Target Ikut World Skill 2022

Toyota Indonesia Academy Target Ikut World Skill 2022 Mahasiswa TIA ciptakan robot uv disinfektan

KabarOto.com - Sejak 2015 PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah menjalankan Akademi Komunitas Toyota Indonesia atau yang lebih dikenal dengan nama Toyota Indonesia Academy (TIA). Pada Kamis (3/12) kemarin Toyota merayakan kelulusan 64 wisudawan.

Dari 64 wisudawan tersebut terdiri dari 32 wisudawan D1 angkatan ke-5 jurusan Teknik Pemeliharaan Mesin Otomasi (TPMO) dan 32 wisudawan D2 angkatan ke-2 jurusan Tata Operasi Perakitan Kendaraan Roda 4 (TOPKR4). Akademi ini telah tersertifikasi keahlian berstandar nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Baca Juga: Meluncur Di Filipina, Toyota Rush Terbaru Minim Ubahan

Mengingat saat ini kondisinya masih di tengah pandemi, seremoni dilakukan secara virtual. Masing-masing lulusan berada di rumah didampingi oleh orangtua/wali. Hal ini dilakukan demi meminimalisir penularan Covid-19 yang masih belum mereda.

"Selama 5 tahun terakhir, kami melakukan transfer ilmu pengetahuan maupun teknologi melalui proses pembelajaran di TIA dengan mengedepankan kurikulum perguruan tinggi berbasis inovasi demi menciptakan lulusan pendidikan nasional yang memenuhi tantangan global," ujar Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT TMMIN.

Latihan untuk World Skill Shanghai

TIA masih terus menorehkan prestasinya baik skala nasional maupun internasional. Pada 2022 mendatang, mahasiswa TIA dari jurusan Tata Operasi Perakitan Kendaraan Roda 4 akan mengikuti ajang World Skill. Ada dua kategori yang diikutinya yaitu "Plastik Die Engineering" dan "Prototype Modelling."

Baca Juga: Inikah Wajah Baru Toyota Sienta Di Jepang?

Selanjutnya, untuk tingkat nasional kompetisinya sudah selesai dan mahasiswa TIA berhasil meraih peringkat 1 dan 2 dalam seleksi nasional (seleknas). Kerennya, ajang kali ini diselenggarakan oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker).

Raihan prestasi tersebut membuka kesempatan peserta untuk mengikuti ASEAN Skill Competition (ASC) di bidang Internet of Things (IoT) pada 2021 mendatang. Tak hanya mahasiswanya, pengajar TIA juga diundang oleh Kemnaker untuk menjadi tenaga ahli kejuruan tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkait