Ucup Lawless Garage: Cari Komponen Saat Pandemik Agak Ribet

Ucup Lawless Garage: Cari Komponen Saat Pandemik Agak Ribet Suasana bengkel Lawless Gareg saat Pandemik Covid-19 (Foto: Lawless)

KabarOto.com - Pandemik Covid-19 benar-benar melumpuhkan perekonomian suatu negara, termasuk Indonesia. Menurunnya perekonomian berdampak pada semua sektor, termasuk otomotif. Penjualan motor dan mobil menurun drastis, namun Juni 2020 mulai naik secara perlahan.

Menurunnya penjualan sepeda motor, selama pandemik Covid-19 tidak memengaruhi industri kreatif seperti modifikasi motor. Karena, sebelum masa Pembatasan Sosial Berskala Besar bengkel-bengkel modifikasi sudah mendapatkan klien yang ingin memodifikasi dan juga hanya merestorasi motor. Bahkan Lawless Garage saat ini tidak menerima konsumen lagi.

Baca Juga: Perdana, Indonesian Custom Show Bakal Digelar Di Yogyakarta

Motor garapan Lawless Garage (Foto: Lawless)

"Untuk Lawless, kebetulan kita memang sedang running kira-kira 7 motor custom dan restorasi," terang Ucup, punggawa Lawless Garage kepada KabarOto. Alasannya belum menerima konsumen baru karena ada timeline yang mundur. "Belum bisa masukin motor, karena ada motor yang sedang dikerjakan," tambah Ucup.

Secara pengerjaan lebih cepat, karena crew yang bertugas di bengkelnya tidak pulang kampung. "Kebetulan anak-anak nggak pulang kampung, karena PSBB kan, jadi gaspol sih kerjainnya," tambah Ucup.

Salah satu faktor yang membuat pengerjaan agak terhambat adalah pengecatan yang dilakukan ke partnernya. "Ya agak lama karena saya ngecat ke teman," tuturnya. Selain itu, mencari suku cadang menjadi hambatan saat Pandemik Covid-19. "Untuk nyari parts jadi agak ribet, yang beli di sini maupun di luar negeri," tambah pria bernama lengkap Yusuf Abdul Jamil.

Baca Juga: Bimo Custombike Beberkan Cara Bikin Motor Modifikasi Nyaman

Ucup pun menceritakan tentang motor apa yang ia kerjakan saat ini. "Komposisinya imbang, custom dan restorasi. Tapi tetap motor tua kebanyakan," terangnya. Ucup pun berharap, pemerintah bisa mengeluarkan regulasi dan aturan untuk kelayakan motor modifikasi. "Yang penting kita butuh regulasi, untuk kelayakan motor modifikasi, seperti apa peraturannya," tuturnya.