Untuk Para Boncenger, Perhatikan Ini Supaya Aman Di Jalan

Untuk Para Boncenger, Perhatikan Ini Supaya Aman di Jalan

KabarOto.com - Safety riding tidak hanya berlaku untuk pengendara motor, pembonceng atau biasa disebut boncenger juga harus diberi pengetahuan tentang safety riding, karena selama ini banyak pembonceng motor tidak pernah menghiraukan keselamatannya.

Kenapa penting, karena kecelakaan sepeda motor yang terjadi sebagian besar pembonceng mengalami luka yang serius. Hal itu dikatakan Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati.

Baca Juga: Naik Motor Kustom, Menhub Kampanyekan Safety Riding Bareng Komunitas Di Palembang

"Banyak dari kecelakaan justru yang menjadi korban kebanyakan pemboncengnya, makanya keselamatan bagi dia (pembonceng) sangat penting juga," terangnya. Ada tiga hal yang bisa dilakukan saat membonceng motor, yang pertama saat membonceng harus berpengangan dengan si pengemudi.

Pegangan bisa disamping atau di perut. "Dia juga bisa mengikuti gerak dari pengemudi, kalau bergerak ke kiri atau ke kanan harus diikuti, tapi jangan terlalu kaku," paparnya di Tangerang.

Boncenger harus paham mengantisipasi situasi saat naik motor

Tujuannya menurut pria berkacamata ini adalah agar sepeda motor stabil. "Biasanya yang ditemui di jalan itu saat pengemudi belok ke kiri penumpangnya kaget jadi dia reflek ke kanan, ini malah fatal," tambahnya lagi.

Hal yang harus dilakukan pembonceng selanjutnya adalah lutut pembonceng harus menempel ke pinggul pengendara, usahakan jangan sampai dalam keadaan terbuka dan duduknya jangan jauh dengan si pengemudi.

"Lutut itu jangan terbuka lebar takut terjadi benturan dengan kendaraan lain sehingga bisa jatuh. Jangan terlau jauh juga duduknya dari pengendara, itu membuat motor jadi tidak stabil," tambahnya.

Baca Juga: Kurangi Angka Kecelakaan Di Jalan Melalui Road Safety Riding Campaign 2018

Hal lain yang harus diperhatikan menurut Agus Sani, pembonceng harus menggunakan perlengkapan berkendara yang sama dengan pengemudi. Lagi-lagi dia mengatakan, pembonceng merupakan yang paling fatal jika terjadi kecelakaan dibandingkan pengemudi.

"Pengendara kan biasanya lebih siap, dia akan refleks kalau terjadi kecelakaan, nah yang bahaya kan boncenger tidak siap, makanya usahakan menggunakan perlengkapan berkendara," tutup Agus Sani.