KabarOto.com - Volkswagen Group menyiapkan restrukturisasi besar-besaran untuk menghadapi tekanan industri otomotif global. Hingga 2030, jumlah model yang dipasarkan seluruh mereknya akan dipangkas dari sekitar 150 menjadi 75 model.
Selain menyederhanakan produk, Volkswagen Group juga berencana mengurangi kapasitas produksi dan mempertimbangkan penutupan hingga empat pabrik, termasuk fasilitas Audi di Ingolstadt.
CEO Volkswagen Group Oliver Blume mengatakan perusahaan menghadapi perubahan besar akibat tarif Amerika Serikat, pelemahan pasar Tiongkok, perang harga, konflik geopolitik, persaingan di Eropa, serta regulasi yang semakin ketat.
Kita sedang berada dalam transformasi terbesar dalam sejarah industri otomotif global. Semua orang terpengaruh: oleh tarif AS, oleh runtuhnya pasar Tiongkok dan erosi harga besar-besaran di sana, oleh konflik geopolitik seperti di Teluk Persia, oleh persaingan yang semakin ketat di Eropa, dan oleh regulasi yang menyeluruh,
kata Blume dikutip KabarOto.
Meski masih mencatat margin keuntungan sekitar 3,8 persen, Volkswagen menilai tekanan bisnis semakin besar.

Model dan Merek Bakal Dipangkas
Volkswagen akan menghentikan model yang kurang diminati atau memiliki produk serupa di merek lain. Penyederhanaan juga dilakukan pada pilihan mesin, transmisi, warna dan fitur untuk menekan biaya pengembangan hingga distribusi suku cadang.
Salah satu perubahan paling mencolok menyangkut Seat. Merek asal Spanyol tersebut dinilai terlalu beririsan dengan Volkswagen, sementara Cupra dinilai memiliki prospek lebih baik.
Baca Juga: Volkswagen ID. Unyx 09 Hasil Kolaborasi dengan XPeng Mulai Beberkan Spesifikasi
Di sisi lain, Volkswagen tetap mempertahankan rentang mereknya, mulai dari Skoda hingga Porsche, Bentley dan Lamborghini.
Kompleksitas konfigurasi juga akan dikurangi. Audi, Bentley dan Lamborghini saat ini memiliki sekitar 2.600 variasi jok, yang ditargetkan menjadi sekitar 100. Audi juga berencana memangkas pilihan setir dari sekitar 100 menjadi lima.

Produksi Turun, Empat Pabrik Terancam
Volkswagen Group memproduksi sekitar 11 juta kendaraan pada 2019. Kini target produksinya turun menjadi sekitar 9 juta unit.
Empat fasilitas yang berada dalam risiko antara lain Audi Ingolstadt, Emden, Hanover dan Zwickau. Emden memproduksi Volkswagen ID.4 dan ID.7, sedangkan Hanover menjadi basis Multivan dan ID. Buzz. Zwickau juga menjadi salah satu pusat produksi mobil listrik berbasis platform MEB.
Penurunan penjualan dan perang harga membuat Volkswagen harus memangkas biaya. Salah satu strategi yang sudah dilakukan adalah memanfaatkan produksi Tiongkok untuk ekspor, seperti pada Cupra Tavascan.
Baca Juga: Porsche 911 Challenge Diluncurkan Khusus untuk Menghajar Sirkuit, Dibanderol Rp4 Miliaran
Rencana restrukturisasi tersebut telah disetujui Dewan Pengawas Volkswagen Group. Perusahaan kini akan menjalankan penyederhanaan model, struktur manajemen, platform kendaraan dan pengembangan perangkat lunak.
Jika terealisasi, Volkswagen Group pada 2030 akan menjadi perusahaan yang lebih ramping dengan setengah jumlah model dan kapasitas produksi yang lebih rendah, demi menghadapi persaingan otomotif global yang semakin ketat.