Kenali Jenis-jenis Ban Off-road

Kenali Jenis-jenis Ban Off-road Ilustrasi mobil off-road (Rizky/MP)

KabarOto.com - Beberapa waktu belakangan ini, mobil berjenis Sport Utility Vehicle (SUV) sedang naik daun. Salah satu faktor pendukung naiknya penjualan tersebut, karena kondisi banjir yang kerap melanda beberapa daerah di Indonesia.

Sehingga, banyak konsumen yang membutuhkan mobil dengan ground clearance tinggi. Selain itu, SUV memiliki kapasitas daya angkut yang besar, mempermudah digunakan berpergian bersama keluarga.

Baca Juga: Punya Harga Terjangkau, Ban Delium Xtreme Xpedition Bisa Jadi Pilihan Untuk Off-Road

Desain mobil SUV saat ini juga cukup menarik, makin mudah dioptimalkan penampilannya dengan berbagai gaya modifikasi. Mulai dari stance (ceper), hingga bergaya off-road (Alto).

Nah, bagi sobat KabarOto yang ingin memodifikasi SUV-nya dengan gaya off-road, ban merupakan bagian utama yang wajib diganti.

Agar tak salah pilih, mari kita kenali jenis-jenis ban off-road yang ada di pasaran yuk!

"Ban off-road di pasaran setidaknya ada 3 jenis," ujar Syamsir Alam, salah satu Off-roader senior Tanah Air. Pertama adalah ban jenis segala medan, atau yang biasa disebut ban all terrain (A/T).

Ban All Terrain

"Ini sebenarnya masuk ban jenis semi off-road, sehingga penggunaannya lebih baik untuk kendaraan yang porsi penggunaan jalan aspalnya lebih banyak," jelas Syamsir kepada KabarOto.

Lebih lanjut pria ramah tersebut mengatakan, selain beraspal, ban A/T ideal untuk kontur jalan berbatu (gravel) atau jalan rusak di pedesaan. Ban tipe ini juga masih memiliki tread block atau alur tapak yang teratur dan agak rapat, sehingga masih cukup senyap ketika dipakai di jalan aspal.

Selanjutnya, untuk medan yang lebih berat, tersedia jenis ban mud terrain, atau yang dikenal dengan ban M/T. "Ban M/T ini bisa digunakan untuk medan yang lebih berat," tuturnya.

Ban M/T

Meski begitu, medan berat yang dimaksud adalah paduan gravel dengan tanah berlumpur. "Namun lumpurnya bukan lumpur yang dalam," ucap Syamsir. Ban tipe M/T, lazim digunakan untuk kendaraan-kendaran operasional di lokasi pertambangan.

Terakhir, untuk medan yang sangat berat, Syamsir menyebut lebih cocok menggunakan tipe ban Extrem. "Ban ini digunakan untuk medan yang sangat sulit, lumpur yang berat dan dalam," ungkapnya.

Baca Juga: Menjajal Peugeot 3008 Allure Plus Dengan Rute Jakarta-Solo

Ban tipe Extrem, bisa saja digunakan di jalan aspal. Namun Syamsir mewanti harus ada perlakuan khusus saat mengemudi, khususnya saat melakukan pengereman dan juga disarankan tidak untuk kecepatan tinggi.

Ban Extreme

"Kita ambil contoh seperti ban slick Formula 1 (F1) semua tapak kena aspal. Kalau ban Extreme karena tapaknya kasar dan besar, sehingga yang napak ke aspal lebih sedikit. kebanyakan malah angin di rongga tapaknya. Sehingga harus hati-hati betul saat mengerem," kata Syamsir.

Kalau sobat KabarOto, yang ingin mobilnya dimodifikasi sekadar bergaya Off-road, dan tetap nyaman digunakan sehari-hari, Syamsir mengatakan penggunaan ban jenis A/T atau M/T sudah dirasa cukup.