KabarOto.com - Melesatnya penjualan Mitsubishi Xpander di Indonesia diakui PT Astra International Tbk, selaku induk perusahaan Astra grup menjadi salah satu alasan penurunan penjualan mobil mereka di pasar domestik menyaingi Toyota Avanza Cs. Meski begitu, Astra optimis fenomena Xpander hanya sementara dan kedepannya Avanza diyakini mampu kembali bersaing segmen low multi purpose vehicle (LMPV) di tanah air.
Jika dijabarkan lebih rinci, berdasarkan data penjualan wholesales Astra yang memasarkan merek Toyota, Daihatsu, Isuzu, dan Peugeot. Kontribusi empat pabrikan tersebut mampu menjual sebanyak 192.908 unit selama empat bulan awal 2018, pencapaian tersebut turut 8,86 persen jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2017 lalu.
Baca juga: Auto2000 Ambil Bagian di Astra Autofest
Secara pangsa pasar, Astra grup pun turut menurun di pasar domestik. Dari total penjualan yang diraih Astra tersebut 59,32 persen penjualan Astra disumbang oleh Toyota, diposisi kedua dihuni oleh Daihatsu yang memberikan penjualan sebesar 70.476 unit. Hingga saat ini, Toyota Avanza masih menjadi tulang punggung penjualan Astra di Indonesia dengan penjualan yang menembus 28.330 unit.

Menanggapi penurunan yang dialami Astra grup, Pongki Pamungkas Chief Corporate Communication Sosial Responsibility and Security Astra menjelaskan, kehadiran produk-produk terbaru yang diminati di pasar menjadi penyebab penurunan penjualan mobil Astra. Ia mengakui bahwa kehadiran Xpander di segmen LMPV mampu mengungguli Toyota Avanza sepanjang Januari hingga April 2018.
"Kalau melihat kondisi pasar otomotif saat ini, jadi mengingatkan saat Honda Mobilio waktu itu baru keluar dan dianggap bisa mengancam Avanza. Tapi kondisi tersebut tidaklah lama dan semua balik ke Avanza lagi," ujar Pongki saat berbincang dengan KabarOto di Jakarta, Senin (21/5/2018).
Lebih lanjut Pongki pun menambahkan, "Jika melihat pasar otomotif di Indonesia, persaingan Xpander dan Avanza akan mengulang cerita yang sama. Karena konsumen itu membeli mobil melihat layanan purna jual (after sales service) serta harga jual kembali (resale value). Karena sekelas Toyota dan Daihatsu itu layanannya susah dilawan," imbuhnya.
Jika berangkat dari data penjualan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), terlihat bahwa suplai Avanza pada empat bulan pertama hanya sebesar 28.330 unit. Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017 lalu yang berhasil menjual sebanyak 47.619 unit, performa Avanza turun 40,51 persen.