KabarOto.com - Selain 4 buah ban utama yang wajib diperhatikan kondisinya, keberadaan ban serep pada mobil juga wajib dicek. Posisi ban serep bermacam-macam, mulai dari kabin bagasi belakang, menggantung di pintu belakang hingga berada di sisi luar bagian bawah bagasi belakang.
Misalnya terdapat di balik cover bagasi (dalam kabin), atau di bawah dek bagasi (di luar). Ada 2 tipe ban serep, yaitu tipe space saver yang tipis dilengkapi pelek kaleng, dan full size yang memakai pelek yang sama dengan 4 roda utama.
Baca Juga: Begini Pemakaian Ban Mobil yang Wajar Agar Tak Melanggar Garansi
Posisi Ban Serep
Posisi penempatan ban serep pada beberapa mobil terletak di bawah dek bagasi belakang (di luar kabin) dengan tool kit di dalam panel interior sisi kiri bagasi. Posisi ban serep yang sama juga ada yang sama, namun dengan posisi tool kit di panel sebelah kanan bagasi. Sementara itu penempatan ban serep lainnya ada di dalam kabin tepatnya di bawah lantai bagasi, dengan tool kit berada di dalam panel sebelah kanan bagasi.
Tekanan angin ban serep wajib dicek secara periodik untuk memastikan tidak kempis saat dipakai. Untuk tipe space saver tekanan yang disarankan adalah 60 PSI, sementara ban serep tipe full size disamakan tekanan anginnya dengan ban utama.
Baca Juga: Serba Serbi Rotasi Ban Mobil, Sobat Harus Paham Agar Efisien
Penggunaan Ban Serep
Untuk tipe space saver bisa digunakan hingga kecepatan maksimal 60-80 kpj. Sementara tak ada batasan kecepatan penggunaan tipe ban serep full size. Agar tapak ban habisnya merata, sebaiknya ban serep tipe full size ikut dirotasi dengan ban utama secara periodik setiap menempuh jarak 10 ribu kilometer.
Sebagai penanda untuk segera dilakukan perbaikan, saat menggunakan ban serep tipe full size, saat penyimpanan ban serep beri penanda dengan merenggangkan cover penutup bagasi atau balik tutupnya. Setelah mengganti ban serep, sebaiknya periksa kembali kekencangan mur roda setelah menempuh jarak 100-200 km.

