KabarOto.com - Ferrari resmi memulai babak baru dalam sejarah panjangnya dengan memperkenalkan desain interior dan nama mobil sport listrik murni pertamanya, Ferrari Luce.
Diluncurkan di San Francisco, "Luce" (berarti Cahaya dalam bahasa Italia) bukan sekadar nama produk, melainkan sebuah filosofi di mana elektrifikasi dianggap sebagai sarana untuk mencapai tingkat desain dan rekayasa yang belum pernah ada sebelumnya.
Melalui model ini, Ferrari menegaskan bahwa transisi ke tenaga listrik tidak akan mengonformasi karakter mereka, melainkan justru memperkuat visi tanpa kompromi melalui energi yang sunyi namun bertenaga.
Baca Juga: Intip Profil GAC E8 yang Baru Saja Meluncur di Indonesia
Keseriusan Ferrari dalam menggarap mobil listrik ini dibuktikan dengan kolaborasi jangka panjang selama lima tahun bersama LoveFrom, kolektif kreatif yang didirikan oleh desainer legendaris eks-Apple, Sir Jony Ive, dan Marc Newson.
Sinergi antara Ferrari Styling Centre di bawah pimpinan Flavio Manzoni dan LoveFrom bertujuan untuk mendefinisikan ulang User Experience (UX) dan interface kendaraan.
Pendekatan ini memastikan bahwa Ferrari Luce tidak hanya menghormati warisan legendaris Prancing Horse, tetapi juga menantang konvensi industri otomotif dalam hal ergonomi, material, dan interaksi antara manusia dengan mesin.
Bagian interior Ferrari Luce menjadi bukti nyata dari ketelitian pengerjaan tangan (craftsmanship) yang bertemu dengan teknologi mutakhir. Kabin dirancang sebagai volume tunggal yang bersih dan rasional, menciptakan lingkungan yang tenang namun tetap fokus pada pengemudi.
Ferrari secara sadar menghindari tren layar sentuh raksasa yang mendominasi mobil listrik saat ini, dan justru memilih kontrol mekanis yang presisi dan taktil. Material yang digunakan pun sangat istimewa, termasuk penggunaan 100% aluminium daur ulang yang dikerjakan dengan mesin CNC canggih serta kaca Corning® Gorilla® Glass yang tahan gores dan memiliki visibilitas tinggi.
Salah satu inovasi paling mencolok adalah desain setir tiga palang yang terinspirasi dari kemudi kayu Nardi klasik tahun 1950-an. Setir ini terbuat dari 19 komponen aluminium CNC dan memiliki bobot 400 gram lebih ringan dibandingkan setir standar Ferrari saat ini.
Di balik setir, terdapat binnacle instrumen yang bergerak selaras dengan kolom kemudi sebuah inovasi perdana pada model produksi Ferrari.
Menggunakan layar OLED ultra-tipis hasil kolaborasi dengan Samsung Display, panel ini menyajikan kedalaman visual tiga dimensi yang menggabungkan elemen digital dan estetika jam tangan mewah.
Ritual menghidupkan Ferrari Luce juga dirancang secara teatrikal menggunakan kunci unik berbahan Gorilla® Glass yang dilengkapi layar E Ink, pertama di dunia otomotif.
Saat kunci dimasukkan ke dok di konsol tengah, terjadi sinkronisasi warna dari kuning ke hitam yang memicu pencahayaan di seluruh panel kontrol, menandakan transisi dari diam menuju gerak.
Baca Juga: Penyandang Disabilitas Aman Kendarai Sepeda Motor Lewat Kampanye #SafeAndAble
Selain itu, panel kontrol tengah menggunakan sambungan ball-and-socket sehingga layar dapat diarahkan ke pengemudi atau penumpang, memastikan pengalaman berkendara tetap menjadi momen yang dibagikan secara inklusif.
Melalui Ferrari Luce, pabrikan asal Maranello ini membuktikan bahwa masa depan bertenaga listrik tetap bisa memiliki jiwa dan emosi yang kuat.
Penggunaan teknologi mikro-engineering di sistem multigraph yang memiliki fungsi jam, kronograf, kompas, dan launch control menunjukkan bahwa Ferrari tetap mempertahankan seni pembuatan jam tangan dalam teknologi interior mereka.
Dengan fokus pada pengurangan beban kognitif pengemudi dan kualitas material yang "noble", Ferrari Luce resmi menjadi simbol inovasi yang menerangi jalan masa depan otomotif tanpa meninggalkan akar tradisinya.