Hino Uji Coba Bersama Pemerintah dan Mandiri Penggunaan B50, Spesifikasi Mesin Disesuaikan
KabarOto - Hino Indonesia menyatakan dukungan dan kesiapannya dalam menerapkan program pemerintah Indonesia pada tahun 2026, untuk seluruh kendaraan niaga menggunakan bahan bakar Biodiesel B50.
Hingga saat ini, Hino telah menerjunkan armadanya untuk mengikuti uji coba B50 bersama pemerintah serta melakukan uji coba secara mandiri, bekerjasama dengan BRIN untuk melihat apa saja temuan yang didapat serta kinerja dan performa mesin kendaraan.
Direktur PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), Harianto Sariyan mengungkapkan, pihaknya selalu menjadi pionir bekerjasama dengan pemerintah, mulai dari B30 hingga saat ini B50 untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen.
Baca juga: Dua Bus Baru Cititrans Meluncur dari Karoseri Adiputro, Suguhkan Kabin yang Nyaman
“Jika ada penerapaan pergantian bbm itu kami selalu di depan, bekerja sama dengan pemerintah untuk B50 ini. Untuk sekarang memang masih dalam tahap uji coba jadi kita belum tau hasilnya,” kata Harianto beberapa waktu lalu.
Dengan adanya pergantian ini, kata Harianto, pihaknya akan melakukan pengembangan lebih lanjut untuk truk baru nanti sehingga setelah kendaraan baru sampai ke konsumen tidak terjadi lagi kendala.
Sementara Executive Officer PT HMMI, Wingky Kurniawan mengatakan, uji coba yang dilakukan bersama pemerintah dan mandiri tersebut akan memberikan informasi kepada pabrikan terkait apa saja yang perlu diperhatikan terkait performa serta material mesin.
Baca juga: Ini Kelebihan Farizon SV, EV Komersial di Bawah Rp700 Juta
“Kita nanti bisa melihat dan tahu bagaimana kondisi mesin serta yang berada di sistem pembakaran, kemudian kita nanti juga melihat apakah ada ubahan di filter solarnya atau tidak perlu penyesuaian ulang atau tidak,” ujarnya.
Jika ada yang perlu di sesuaikan ulang setelah melakukan pengujian B50, lanjut Wingky pihaknya akan melakukan peyesuaian lebih lanjut di bagian mesin untuk truk dan bus Hino saat produksi di pabrik.
“Pada dasarnya, bahan baku untuk B50 ini tidak berbeda banyak dengan yang sebelumnya, hanya saja butuh penyesuaian lebih lanjut agar kita dapat mengetahui apa saja yang dapat di timbulkan untuk kendaraan,” ungkapnya.
Baca Original Artikel