KabarOto.com - Era Group B dalam kejuaraan reli dunia (WRC) pada dekade 1980-an dikenal sebagai masa paling ekstrem dan liar dalam sejarah motorsport.
Ketika FIA memperkenalkan regulasi Group B pada tahun 1982 yang hanya mensyaratkan homologasi 200 unit mobil jalan raya, pabrikan otomotif diberikan kebebasan hampir tanpa batas untuk bereksperimen dengan tenaga melimpah, bobot ringan, dan teknologi penggerak canggih.
Porsche, yang sudah memiliki reputasi kuat di balap ketahanan, melihat Group B sebagai laboratorium berjalan yang sempurna untuk mengembangkan teknologi masa depan.
Baca Juga: Sejarah Lancia 037, Warisan Balap legendaris Group B Rally
Awal Karir
Sebagai langkah awal sebelum meluncurkan mobil eksperimental utamanya, Porsche mengembangkan Porsche 911 SC RS (Type 954) pada tahun 1984.
Diproduksi sebanyak 20 unit untuk memenuhi kuota homologasi, mobil berpenggerak roda belakang (RWD) ini menggunakan mesin naturally aspirated 3.000 cc bertenaga 290 dk dengan bodi berbahan aluminium dan fiberglass yang diringankan.
Walaupun belum dilengkapi sistem penggerak empat roda (AWD) yang mulai mendominasi Group B saat itu, 911 SC RS sukses mencetak beberapa kemenangan mengesankan di Kejuaraan Reli Eropa di tangan pereli ternama Henri Toivonen.
Di balik layar, Kepala Teknisi Porsche, Helmuth Bott, sedang menggarap mahakarya sejatinya: proyek Porsche 959. Awalnya dinamai "Gruppe B concept", 959 dirancang sebagai supercar paling canggih di dunia pada zamannya.
Mobil ini dibekali mesin flat-six 2.850 cc dengan twin-turbocharger sekuensial yang sanggup memuntahkan tenaga lebih dari 450 dk, dipadukan dengan bodi aerodinamis berbahan Kevlar dan aluminium.
Inovasi paling revolusioner dari 959 terletak pada sistem penggerak empat roda cerdas Porsche-Steuer-Kupplung (PSK), yang sanggup membagi torsi secara elektronik antara roda depan dan belakang sesuai kondisi traksi.
Baca Juga: Henri Toivonen, Pembalap 'Korban' Keganasan Rally Group B
Uji Coba di Berbagai Medan
Karena pengembangan teknologi 959 yang begitu kompleks memakan waktu lebih lama dari perkiraan, Porsche memutuskan untuk menguji ketangguhan komponennya di medan paling brutal di bumi yakni Reli Paris-Dakar.
Setelah uji coba awal menggunakan Porsche 953 (911 AWD) pada 1984, prototipe Porsche 959 terjun penuh pada edisi 1985 dan 1986. Hasilnya sangat spektakuler, pada tahun 1986, Porsche 959 berhasil finis di posisi 1 dan 2 dalam ajang Paris-Dakar, membuktikan bahwa sistem AWD dan elektronik canggih mereka sanggup bertahan di medan gurun yang paling keras sekalipun.
Sayangnya, takdir berkata lain untuk debut Porsche 959 di panggung utama WRC Group B. Rentetan kecelakaan fatal pada musim 1986 memaksa badan pengawas balap (FISA) membatalkan kategori Group B secara mendadak untuk musim 1987.
Pembatalan ini membuat Porsche 959 tidak pernah sempat bertarung secara penuh di lintasan khusus (special stage) WRC melawan monster-monster Group B lain seperti Audi Sport Quattro S1 atau Peugeot 205 T16.
Meskipun karir balap relinya terhenti lebih awal, proyek Group B Porsche tidak berakhir sia-sia.
Keturunan langsung dari 959 diproduksi untuk jalan raya dan menjadi tolok ukur supercar modern, sementara teknologi penggerak AWD cerdas yang dikembangkan untuk Group B menjadi fondasi utama bagi jajaran Porsche 911 Turbo dan Carrera 4 di era-era berikutnya.

