KabarOto.com - Persiapan Red Bull Racing menghadapi musim Formula 1 2026 mendapat tantangan serius. Tim asal Milton Keynes tersebut kehilangan sosok penting di balik pengembangan mobil mereka, pengunduran diri mendadak kepala desainer, Craig Skinner.
Skinner, yang menjabat sebagai kepala desainer sejak 2022, memutuskan mundur secara sukarela setelah dua dekade berkarier bersama Red Bull.
Keputusan ini datang di momen krusial, ketika tim tengah mempersiapkan diri menghadapi regulasi baru Formula 1 yang akan berlaku mulai 2026.
Red Bull Racing telah mengonfirmasi kabar tersebut, namun belum memberikan informasi mengenai siapa yang akan menggantikan posisi strategis tersebut.
"Setelah 20 tahun bersama tim, Craig Skinner, Kepala Desainer kami, akan meninggalkan tim Teknologi Red Bull," demikian bunyi pernyataan Red Bull Racing.
"Craig telah menjadi bagian integral dari tim kami dan kesuksesannya, dan kami ingin berterima kasih kepadanya atas kerja keras dan komitmennya."
"Seluruh tim Red Bull mendoakan yang terbaik untuk masa depannya."
Perjalanan Panjang dari CFD Engineer hingga Kepala Desainer
Skinner bukanlah sosok baru di dunia Formula 1. Sebelum bergabung dengan Red Bull pada 2006, ia sempat bekerja di Jordan Grand Prix dan Williams Racing.
Di Red Bull Racing, ia memulai karier sebagai insinyur Computational Fluid Dynamics (CFD), sebelum perlahan naik ke posisi strategis.
Kepergian Skinner terjadi di waktu yang sensitif, tepat ketika Red Bull bersiap menghadapi era regulasi baru Formula 1.
Baca Juga: Kritik Pedas Max Verstappen, Mobil F1 Seperti Formula E Versi Cepat
Perubahan regulasi 2026 akan mencakup desain aerodinamika baru serta sistem powertrain yang lebih berorientasi pada elektrifikasi dan efisiensi energi.
Selain itu, Red Bull juga tengah menjalani fase penting dalam pengembangan mobil generasi berikutnya, termasuk rangkaian uji pramusim di Bahrain.
Kehilangan kepala desainer di fase krusial seperti ini berpotensi memengaruhi stabilitas teknis tim.
Masa Depan Verstappen dan Kritik terhadap Mobil Baru
Situasi ini juga menjadi sorotan bagi pembalap utama tim, Max Verstappen. Juara dunia empat kali tersebut sebelumnya telah menyuarakan kritik terhadap arah pengembangan mobil Formula 1 generasi baru.
"Sebagai seorang pembalap, rasanya tidak seperti Formula 1. Lebih terasa seperti Formula E yang lebih ekstrem," kata Verstappen selama pekan pertama uji coba pramusim di Bahrain.
Komentar tersebut memicu spekulasi mengenai masa depan Verstappen di ajang Formula 1, terutama jika regulasi baru tidak sesuai dengan ekspektasinya sebagai pembalap.
Baca Juga: Istilah dalam Balap Formula 1, Penggemar Baru Wajib Masuk