KabarOto.com - Teknologi mesin terus berkembang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar, performa dan gas buang kendaraan. Salah satunya yang inovatif adalah MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control).
Teknologi ini digunakan pada berbagai jenis mesin mobil Mitsubishi Motors, baik bensin maupun diesel untuk mengatur waktu buka tutup mesin secara dinamis sesuai kebutuhan mesin.
MIVEC sendiri sudah dipakai sejak tahun 1992 yang dimulai oleh Mitsubishi Mirage. MIVEC memungkinkan mesin mendapat efisiensi bahan bakar yang lebih baik, peningkatan tenaga signifikan, namun rendah emisi.
Meski tujuan akhirnya sama-sama memaksimalkan potensi terbaik dari mesin, namun karena perbedaan karakteristik kedua jenis mesin tersebut, maka cara kerjanya juga sedikit berlainan.
Baca Juga: Ini Deretan Mobil Mitsubishi di Indonesia Berteknologi MIVEC

MIVEC di Mesin Bensin
Pada mesin bensin, MIVEC mengatur waktu buka-tutup katup isap (timing) dan juga besar bukaan katup (lift) tergantung pada kecepatan putaran mesin (RPM) dan beban mesin.
Cara kerja MIVEC pada putaran rendah, menggunakan profil camshaft yang lebih kecil untuk meraih efisiensi bahan bakar dan torsi rendah. Katup dibuka dengan durasi lebih pendek agar udara dan bahan bakar masuk lebih efisien, sehingga mengurangi konsumsi BBM.
Sementara pada RPM tinggi, MIVEC beralih ke profil camshaft yang lebih agresif untuk membuka katup isap lebih lama dan tinggi. Hal tersebut meningkatkan aliran udara dan tenaga mesin.
Maka manfaat MIVEC akan terasa dalam hal peningkatan efisiensi bahan bakar, akselerasi lebih responsif, kinerja mesin optimal di segala kondisi, serta emisi yang lebih bersih.
Baca Juga: Cara Rifat Sungkar Bentuk Sang Anak El Mayka Jadi 'Monster Balap'

MIVEC pada Mesin Diesel
Pada mesin diesel modern, seperti yang digunakan pada keluarga Mitsubishi Pajero Sport, teknologi MIVEC tidak mengatur lift katup, tapi mengatur waktu pembukaan katup masuk (intake valve timing) secara elektronik menggunakan aktuator.
Cara kerjanya, MIVEC mengatur waktu pembukaan katup masuk agar sesuai dengan kondisi mesin (RPM, beban, suhu, dll). Hal ini membantu mengoptimalkan pencampuran udara dan bahan bakar sebelum penyalaan otomatis (sebab diesel tidak menggunakan busi) terutama pada kondisi mesin dingin.
Sehingga menghasilkan pembakaran lebih bersih dan sempurna, mesin diesel menjadi lebih halus, efisien, serta respons tenaga yang signifikan.