KabarOto.com - Fenomena penggunaan BBM jenis Biosolar pada kendaraan beresin diesel modern kini semakin sering ditemui. Berbeda dengan mesin diesel generasi lama seperti Isuzu Panther atau Toyota Kijang yang dikenal sangat tangguh dan toleran terhadap solar berkualitas rendah, mesin diesel modern yang umumnya sudah mengusung teknologi common rail membutuhkan perhatian ekstra.
Terbatasnya ketersediaan BBM berkualitas tinggi sering kali memaksa para pemilik mobil diesel modern untuk tetap menggunakan Biosolar demi menunjang mobilitas sehari-hari.
Penurunan Performa
"Salah satu dampak utama yang langsung dirasakan oleh pengemudi saat menggunakan Biosolar adalah penurunan performa mesin. Secara teknis, Biosolar memiliki nilai kalori yang lebih rendah jika dibandingkan dengan BBM diesel murni atau full fosil. Bahkan, penurunan kalori pada varian campuran seperti B40 bisa mencapai hingga 22 persen. Akibatnya, tenaga dan power yang dihasilkan oleh mesin terasa berkurang signifikan, sehingga mobil terasa lebih berat saat diakselerasi," Aong Ulinnuha, Pemilik Bengkel ABS Diesel.
Untuk menyikapi penurunan tenaga tersebut, tidak sedikit pemilik mobil yang memilih langkah remap ECU (Engine Control Unit). Proses remap ini dilakukan untuk mengoptimalkan kembali performa mesin dengan meningkatkan tenaga (power) sekitar 25 persen. Dengan begitu, karakter dan performa kendaraan dapat kembali responsif, menyerupai sensasi saat menggunakan bahan bakar diesel berkualitas tinggi atau BBM full fosil.
Namun, mendongkrak performa saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan perawatan rutin yang memadai. "Langkah krusial pertama yang wajib diperhatikan oleh pengguna Biosolar adalah jadwal penggantian filter bahan bakar (filter solar). Filter solar memiliki peran vital dalam menyaring kotoran dan kandungan air yang cukup tinggi pada Biosolar. Para pemilik kendaraan disarankan untuk mengganti filter solar secara rutin setiap kelipatan 5.000 kilometer agar aliran bahan bakar ke ruang bakar tetap bersih dan lancar," ujarnya.
Baca Juga: Fungsi Exhaust Gas Recirculation pada Mesin, Jangan Asal Modif
Purging
Selain rutin mengganti filter, perawatan berkala seperti purging mesin juga sangat direkomendasikan. Purging berfungsi untuk membersihkan endapan karbon dan kotoran sisa pembakaran yang menempel pada sistem injeksi serta ruang bakar.
Dengan melakukan purging secara teratur, kinerja sistem bahan bakar akan tetap terjaga kebersihannya, sehingga dapat mencegah kerusakan pada komponen injektor yang terkenal sensitif dan mahal.
Sebagai langkah pendukung harian, penggunaan bahan bakar aditif juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan mesin. Penambahan aditif ke dalam tangki bahan bakar efektif membantu meningkatkan kualitas pembakaran sekaligus merawat kebersihan saluran bahan bakar.
Penggunaan aditif secara konsisten bahkan dapat mengurangi frekuensi kebutuhan purging, sehingga mesin diesel modern tetap awet, bertenaga, dan optimal meskipun sering mengonsumsi Biosolar.

