Perbedaan Matik CVT, AT Hingga DCT, Jangan Salah Pilih

Dian Tami Kosasih Minggu, 11 Januari 2026

KabarOto.com - Penggunaan mobil transmisi otomatis atau matik di Indonesia terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Kenyamanan dalam menghadapi kemacetan kota besar menjadi alasan utama konsumen meninggalkan transmisi manual. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua mobil matik menggunakan teknologi yang sama?

Saat ini, pasar otomotif Tamah Air menawarkan berbagai jenis transmisi otomatis yang memiliki karakter, kelebihan, dan cara perawatan berbeda-beda. Karena itu, sangat penting bagi calon pembeli untuk mengetahui secara jelas, agar tidak salah pilih.

1. AT Konvensional

Transmisi Hydraulic Automatic Transmission atau matik konvensional masih menjadi pilihan bagi mereka yang mengutamakan ketangguhan. Menggunakan sistem torque converter, transmisi ini dikenal memiliki daya tahan tinggi dan kemampuan menanjak sangat baik.

Mobil seperti Suzuki Ertiga dan model lawas Toyota Avanza adalah pengguna setia teknologi ini. Karakter perpindahan giginya terasa jelas dan kuat, menjadikannya favorit untuk penggunaan luar kota dengan beban berat.

2. CVT

Saat ini, sebagian besar mobil baru di Indonesia telah beralih ke CVT (Continuously Variable Transmission). Berbeda dengan matik biasa, CVT menggunakan sepasang puli dan sabuk baja untuk mengubah rasio kecepatan secara tak terhingga.

Karakter utamanya adalah kehalusan tanpa hentakan sedikit pun. Mobil seperti Honda Brio hingga Toyota Veloz terbaru menggunakan teknologi ini untuk mengejar efisiensi bahan bakar optimal. Meski sangat nyaman, CVT membutuhkan gaya berkendara lebih lembut dan tidak agresif.

Baca Juga: Flush Engine Perlu Dilakukan untuk Mobil Matik, Ini Fungsinya

3. AMT

Automated Manual Transmission (AMT) atau Suzuki menyebutnya AGS (Auto Gear Shift), merupakan solusi transmisi otomatis dengan harga lebih terjangkau. Secara teknis, ini adalah girboks manual yang diberikan unit aktuator robotik untuk memindahkan gigi.

Jenis ini banyak ditemukan pada mobil-mobil entry-level seperti Suzuki Ignis dan S-Presso. Keunggulannya adalah biaya perawatan seperti mobil manual, meski pengemudi akan merasakan sensasi jeda atau goyangan saat komputer memindahkan gigi.

4. DCT

Dual Clutch Transmission (DCT) adalah kasta tertinggi dalam dunia transmisi otomatis. Menggunakan dua kopling yang bekerja secara bergantian (satu untuk gigi ganjil, satu untuk genap), transmisi ini mampu memindahkan gigi dalam hitungan milidetik.

Transmisi ini biasanya hadir pada mobil berperforma tinggi atau mobil modern dengan turbo, seperti Hyundai Santa Fe (varian diesel tertentu) atau lini kendaraan Volkswagen. Karakteristiknya sangat sporti dan responsif, memberikan sensasi berkendara sangat dinamis.

Baca Juga: Mirip Vespa Klasik, Ini Uniknya Skuter Matik Suzuki Gemma 125

5. Transmisi Era Baru, e-CVT dan Reduction Gear

Seiring masuknya era elektrifikasi, muncul jenis transmisi baru. Mobil Hybrid seperti Innova Zenix Hybrid menggunakan e-CVT yang mengintegrasikan mesin bensin dan motor listrik. Sementara itu, mobil listrik murni (EV) seperti Wuling Air EV atau Hyundai Ioniq 5 menggunakan Reduction Gear satu percepatan yang memberikan torsi instan sejak injakan gas pertama.

Bagikan

Baca Original Artikel