OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Revolusi Pengisian Daya, Baterai Solid-State Donut Lab Tembus 80 Persen dalam 4,5 Menit

Kusnadi Chahyono - Selasa, 24 Februari 2026
OtoNews Mobil News

KabarOto.com - Perusahaan teknologi asal Finlandia, Donut Lab, mengabarkan pencapaian luar biasa dalam industri penyimpanan energi. Melalui pengujian independen yang dilakukan oleh Technology Research Centre VTT, baterai solid-state kembangkan mereka terbukti mampu mengisi daya 80% hanya perlu waktu 4,5 menit.

Hasil ini mengonfirmasi klaim perusahaan sebelumnya mengenai kemampuan pengisian daya ultra-cepat yang berpotensi mengubah masa depan industri kendaraan listrik global.

Pengujian oleh VTT dilakukan di bawah kondisi "skenario terburuk" untuk melihat perilaku termal baterai tanpa kontrol suhu aktif. Dalam simulasi tersebut, sel baterai dibiarkan memanas secara alami pada laju pengisian yang sangat ekstrem.

Baca Juga: Memahami Teknologi Vehicle-to-Grid di Mobil Listrik

Meski hanya menggunakan pelat pendingin pasif, baterai ini menunjukkan stabilitas yang mengesankan, jauh melampaui standar baterai lithium-ion tradisional yang biasanya membutuhkan sistem pendingin aktif yang kompleks saat diisi daya dengan cepat.

Kecepatan pengisian ini diukur menggunakan C-rates, di mana baterai Donut Lab mampu beroperasi pada tingkat 11C. Sebagai perbandingan, baterai lithium-ion konvensional umumnya hanya mampu menangani 1C hingga 3C.

Pada tingkat 11C, baterai ini tidak hanya mencapai 80% dalam waktu singkat, tetapi juga mampu terisi penuh 100% hanya dalam waktu sekitar tujuh menit dengan retensi kapasitas yang sangat tinggi, yakni mencapai 98,4% hingga 99,6%.

Hasil kreasi dari Donut Lab

Salah satu keunggulan teknis yang paling menonjol adalah kesederhanaan arsitekturnya. Berbeda dengan baterai solid-state lain yang memerlukan tekanan kompresi tinggi atau mengalami perubahan volume signifikan hingga 20% saat siklus pengisian, produk Donut Lab tetap stabil tanpa kompresi khusus.

Hal ini memungkinkan desain paket baterai yang jauh lebih ringkas, ringan, dan murah karena tidak memerlukan komponen mekanis tambahan yang rumit.

CTO Donut Lab, Ville Piippo, menjelaskan bahwa ketiadaan kebutuhan akan pendinginan aktif dan kompresi tinggi memberikan keuntungan besar pada level integrasi paket baterai.

Baca Juga: Suzuki Ungkap Alasan di Balik Harga Mobil Listrik e Vitara

Struktur yang lebih sederhana ini tidak hanya menekan biaya produksi secara signifikan, tetapi juga menawarkan kepadatan energi dan daya yang lebih unggul dibandingkan teknologi baterai saat ini.

Inovasi ini menjadi solusi konkret bagi tantangan utama kendaraan listrik yakni dalam hal waktu tunggu pengisian daya dan biaya produksi.

Hasil validasi dari VTT ini menandai langkah penting bagi Donut Lab menuju komersialisasi massal. Dengan kemampuan pengisian daya yang hampir menyamai kecepatan pengisian bahan bakar fosil di SPBU, teknologi ini diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di seluruh dunia.

Donut Lab kini berada di garda terdepan dalam menghadirkan solusi baterai yang tidak hanya bertenaga dan efisien, tetapi juga lebih ekonomis untuk masa depan mobilitas ramah lingkungan.

Baca Artikel Asli