18 Jam Di Jalan Setiap Hari, Bagaimana Kondisi Para Ojol?

18 Jam di Jalan Setiap Hari, Bagaimana Kondisi Para Ojol?

KabarOto.com - Ojek online (Ojol) memang sudah jadi kebutuhan masyarakat yang tinggal kota metropolitan dengan mobilitas tinggi. Namun, bagaimana nasib para pengemudi yang notabene 12 hingga 18 jam di jalanan?

Jusri Pulubuhu selaku Safety Riding Instructor angkat bicara, ia bilang undang-undang tentang angkutan umum dan penumpang mengatur waktu istirahat dan waktu aktivitas mengemudi atau berkendara efisien selama 8-10 jam.

"Sayangnya masih belum jelas, belum bisa untuk mengatur kendaraan bernopol (nomor polisi) hitam atau pribadi," ujar Jusri, sapaan akrabnya ketika dihubungi KabarOto.

Ia bilang beberapa perusahaan asing yang ada di Indonesia sudah menerapkan aturan seperti itu untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

"Dia (perusahaan) enggak mau ambil risiko jika pengemudinya fatigue (lelah) di jalan dan menimbulkan kecelakaan, banyak yang dirugikan dari anak buahnya sampai bosnya yang ikut celaka, akhirnya perusahaan pun enggak stabil (ekonomi)," ujarnya.

Baca Juga: Intip Keseruan Federal Oil Ajak Manajemen Hingga Ojek Online Nonton MotoGP Malaysia

Jusri juga menambahkan, banyak faktor yang menyebabkan fatigue atau kelelahan di jalan. Tak melulu soal jam operasional atau jam biologis yang sudah lewat, namun menurutnya ada faktor lain yang juga menguras tenaga seperti bertengkar, emosi, sampai melakukan kegiatan monoton contohnya melewati rute yang sama setiap harinya.

"Ojol itu, biasanya memaksa aktivitas lampaui batas tubuhnya karena alasan ekonomi, padahal kalau kecelakaan lebih mahal biayanya kan, belum lagi misal ada anak istrinya di rumah, kalau bapaknya kecelakaan kan lebih repot cari biayanya," tandasnya.

Menurut Jusri, ada interval waktu istirahat bagi tiap pengemudi yang mayoritas waktunya dihabiskan di jalan. "Tiap 2 jam istirahat, 2 jam pertama istirahat 5 sampai 15 menit. 2 jam kedua istirahat 15 sampai 30 menit, berlaku kelipatan seterusnya," rinci sang instruktur.

Menurut Jusri, power nap juga bisa jadi salah satu alternatif istirahat para pengemudi. "Kira-kira 15 sampai 30 menit paling lama. Lebih dari itu badan pegal-pegal. Ditambah Kopi juga bagus, kafeinnya bisa untuk boost jantung. Kalau mau power nap lebih bagus lagi minum kopi sebelum tidur, karena reaksinya sekitar 20 menit setelahnya. Bisa bantu badan lebih segar," ujarnya.