Apa Itu Drag Reduction System (DRS) Di Formula 1?

Apa Itu Drag Reduction System (DRS) di Formula 1? Sumber: Renault Sports F1

KabarOto.com - Drag Reduction System (DRS) diperkenalkan pada ajang balapan Formula 1 sejak 2011, terpasang pada bagian sayap belakang mobil yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan tinggi. Namun hanya bisa dioperasikan di bagian tertentu sirkuit.

Seluruh mobil balap F1 kini sudah mengadopsi sistem DRS tersebut, termasuk juara dunia konstruktor F1 yakni Mercedes-AMG Petronas. Dengan DRS ini, mobil berkode sasis W11 ini sanggup melesatkan Lewis Hamilton lebih cepat lagi.

Baca juga: Ini Nama Baru Tim F1 Renault Untuk 2021 Mendatang

DRS membantu mobil melesat lebih cepat

Perangkat ini memodifikasi konfigurasi sayap belakang mobil untuk menawarkan peningkatan kecepatan tertinggi sementara di bagian tertentu sirkuit. Dalam posisi normalnya, sayap ini menghasilkan downforce aerodinamis melalui sudut, yang pada gilirannya meningkatkan cengkeraman secara signifikan.

Di sisi lain, DRS menciptakan resistensi terhadap udara di sepanjang jalan lurus. Udara turbulen yang dilepaskan ke aliran sayap belakang mobil Formula 1 membuat aksi menyalip mobil lain menjadi seni yang indah.

Sayap belakang ketika DRS belum diaktifkan
Sayap belakang terbuka ketika DRS aktif

Baca juga: Renault F1 Team Lakukan Tiga Upgrade Pada R.S.20

Penggunaan bantuan DRS ini diatur secara ketat. Ini hanya dapat digunakan dalam balapan dari Lap 3 dan seterusnya dan hanya dapat digunakan oleh pembalap yang berada dalam satu detik dari mobil di depannya saat mereka melewati salah satu titik deteksi di sekitar lap yang ditentukan oleh FIA. Jika memenuhi kriteria di atas, mereka memiliki kesempatan untuk menerapkan DRS saat melewati garis titik aktivasi.

Jadi tidak bisa sembarangan atau seterusnya selama balapan menggunakan sistem DRS ini, aturan ini dibuat agar balapan F1 berjalan lebih seru dan kompetitif. Penggunaan DRS yang diatur ini menggunakan beberapa bagian lintasan sirkuit saat balapan, hampir di semua sirkuit sudah diberi tanda untuk menggunakan DRS atau menunggu bunyi melalui radio untuk penggunaan DRS.

Penggunaan DRS diatur di beberapa bagian lintasan

DRS bekerja menggunakan flap yang dapat disesuaikan di atas sayap belakang, begitu terangkat bagian sayap belakang menawarkan dorongan langsung dan nyata kepada pengemudi saat kecepatan tertinggi.

Pengemudi menekan tombol pada roda kemudi secara hidrolik mengontrol flap yang dapat disesuaikan di atas sayap belakang. Flap ini secara otomatis kembali ke posisi standarnya setelah pengemudi menekan pedal rem. Alternatifnya, pengemudi dapat menggunakan tombol untuk menonaktifkan DRS.

"Di sekitar Circuit de Barcelona-Catalunya tempat berlangsungnya Grand Prix Spanyol, penerapan DRS akan menghasilkan penambahan kecepatan tertinggi hingga 17 kpj, yang berarti peningkatan waktu putaran setengah detik,” jelas Ciaron Pilbeam, Chief Race Engineer untuk Renault Sport Formula 1 Team.

Berita Terkait

Berita Terkait