Atenk Katros Ingin Ada Regulasi Yang Mengatur Industri Modifikasi

Atenk Katros Ingin Ada Regulasi yang Mengatur Industri Modifikasi Atenk Katros bersama Gibran putra Presiden Jokowi (Foto: Katros Garage)

KabarOto.com - Saat ini di setiap daerah terdapat modifikator-modifikator muda yang bisa mengubah sepeda motor biasa menjadi luar biasa. Mereka kerap mendapatkan orderan untuk memodifikasi sebuah motor, baik itu mesin kecil sampai mesin besar, dari bentuk asli menjadi motor yang enak dilihat.

Dalam hal ini, para pemilik motor ingin memiliki dengan tampilan beda, kendaraan yang keren, dan setiap mata tertuju pada motornya.

Namun, tak jarang, modifikator mengubah motor standar pabrikan menjadi kendaraan yang ekstrem. Tak jarang di jalan raya, motor-motor modifikasi ekstrem melanggar ketentuan yang sudah diatur dalam peraturan lalu lintas.

Baca Juga: Ini Kata Ketua MPR Soal Industri Modifikasi Indonesia

Atenk, modifikator Katros Garage saat ditemui pada acara Ngupi & Ngobrol Santuy Tugeder di MotoCoffee, Jl. Karang Tengah Raya, Jaksel, Sabtu (25/07) kemarin, punya pendapat sendiri.

Mewakili teman-teman satu profesinya, dia berharap ada regulasi tentang industri otomotif, khususnya modifikasi. Karena menurut Atenk, saat ini peraturannya masih abu-abu.

Ajang modifikasi kian diminati di Indonesia

"Harapan kami sih simple, ingin ada regulasi tentang industri otomotif, sekarang kurang jelas," terang Atenk pada acara yang dibuat oleh komunitas Motoran Tugeder, kumpulan jurnalis dan fotografer lintas-generasi.

Menurutnya, peraturan pemerintah dan undang-undang saat ini jauh dari harapan. "Misal ada peraturan kayak mengganti setang tidak boleh, apalagi di-custom," tambahnya.

Dia ingin hal itu diluruskan. Misalkan boleh mengubah setang namun ada aturannya, ukuran atau bentuk.

Baca juga: Deklarasi Komunitas Motoran Tugeder, Bambang Soesatyo Jadi Pelindung

"Itu kalau menurut gue harus dilurusin," tambahnya. Atenk juga mengambil contoh, di Australia modifikator-modifikator ditempatkan di sebuah wilayah, jadi satu area.

"Kalau sekarang kan bebas, bisa buka di mana saja, harga meningkat akibat sewa tempat," tambah Atenk.

Namun dia menyambut baik dengan ucapan Ketua MPR Bambang Soesatyo yang menyatakan, pemerintah akan menempatkan para modifikator di dalam sebuah kawasan khusus untuk industri kreatif ini.

Salah satu motor garapan Katros garage (Foto: katros Garage)

"Kapannya gue enggak tahu, yang jelas melibatkan banyak pihak untuk dapat direalisasikan," tambahnya.

Pihak-pihak yang terlibat di sini adalah Ikatan Motor Indonesia, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian.

“Ini langkah bagus, kemarin-kemarin kami enggak tersentuh," tambahnya.

Baca Juga: Modifikasi Yamaha XSR 155 Katros Garage, Sentuhan Sederhana Hasil Maksimal

Untuk lokasinya, kemungkinan besar di pinggiran kota. Namun dengan akses yang mudah dijangkau dari tengah kota.

"Ya di Tangerang bisa jadi. Kalau denger-dengar sih tempatnya gratis, nanti bagi hasil," tutup Atenk.