B.J Habibie Dan Cita-cita Mobil Nasional Maleo

B.J Habibie dan Cita-cita Mobil Nasional Maleo Calon Mobil Nasional Maleo (KO/Edo)

KabarOto.com - Masyarakat Indonesia saat ini sedang berduka, salah satu putra terbaiknya B.J Habibie yang juga mantan Presiden Republik Indonesia ke-3 telah meninggal dunia pada Rabu (11/09/2019) di Rumah Sakit Pusat Angakatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

Habibie dikenal sebagai ilmuwan di bidang penerbangan. Setelah berkarier dengan cemerlang di Jerman, ia dipanggil oleh Presiden Soeharto, untuk turut membantu mengembangkan industri teknologi di Indonesia.

Baca Juga: Dua Motor Harley-Davidson Ini Kesayangan Habibie

Salah satu wujudnya adalah pembuatan industri pesawat terbang nusantara (IPTN) yang ia gagas saat menjabat Menteri Riset dan Teknologi. Tak hanya pesawat, Habibie ternyata juga turut andil dalam pengembangan mobil nasional pertama Indonesia, dengan nama Maleo.

Awalnya Maleo akan dibuat dalam dua jenis, sedan dan hatcback. Versi hactback, merupakan model yang mengambil inspirasi dan teknologi dari mobil buatan Rover. Merek asal Inggris ini dipilih karena saat itu Rover sedang mengalami krisis keuangan.

Salah satu Maleo yang tersisa

Sumber tenaganya sama seperti Rover 100, yaitu dengan mesin bensin 4 silinder 1.100 cc atau 1.300 cc injeksi dengan penggerak roda depan. Transmisinya juga sama dengan Rover 100, yakni manual 5 percepatan atau otomatis 4 percepatan.

Sayang, sebenarnya beberapa unit mobil Rover ini sempat masuk ke Indonesia sekitar tahun 1994 atau 1995. Namun akhirnya, proyek transfer teknologi mobil Maleo dengan bentuk persis Rover 100, yang dirakit secara lokal lengkap dengan tooling set dari Inggris, pada tahun 1997 ini terhenti.

Padahal proyek ini diklaim, selain bakal membuat Indonesia mampu memproduksi mobil sendiri, juga akan menyelamatkan problem keuangan yang dialami Rover, yang akhirnya membuat BMW (perusahaan yang memiliki Rover saat itu) menyerah.

Sketsa rancangan Maleo sedan

Sedangkan untuk versi sedan, Maleo bekerjasama dengan Australia dalam pengembangannya. Desain mobil ini dikembangkan oleh Millard Design Australia, dan awalnya akan menggunakan mesin Sarich Orbital.

Uniknya, mesin ini menggunakan teknologi 2 tak 3 silinder dengan rancang bangun khusus, yang diklaim menjadikannya jauh ramah lingkungan. Mesin ini sempat dipamerkan di Jakarta pada acara pameran teknologi nasional di tahun 1994.

Dikembangkan bersama Australia

Sayang, mesin tersebut pada akhirnya gagal diaplikasikan, karena penerapannya untuk kebutuhan sehari-hari masih belum memungkinkan. Maleo ini rencananya akan dihadirkan dalam 4 atau 5 tipe.

Baca Juga: Kemenperin, Gaikindo Dan Industri Komponen Lokal Siap Dukung Esemka

Varian tertingginya sudah dibekali dengan lis jendela krom, third mounted stoplamp, engsel pintu dan spion beserta bumper sewarna bodi, electric mirror, radio/tape, material kain, pelek racing sampai dasbor two tone. Cukup lengkap untuk mobil di era itu. Sedangkan terendahnya rencananya akan dipasarkan menjadi sedan taksi.

Setelah melewati rencana matang, pada akhirnya proyek Maleo harus dihentikan. Sebab, saat itu pemerintah lebih mendukung proyek Timor dan Bimantara, yang dikomando oleh putra presiden Suharto. Saat Timor mulai diluncurkan, tamatlah rencana Maleo untuk mengaspal di jalanan Indonesia.