Begini Proses Pembuatan Ban Vulkanisir Yang Digunakan Bus Dan Truk

Begini Proses Pembuatan Ban Vulkanisir yang Digunakan Bus dan Truk Vulkanisir ban (Ftoo: istimewa)

KabarOto.com - Ban merupakan karet bundar yang digunakan pada sebuah kendaraan. Semakin sering digunakan, ban akan semakin habis atau gundul. Hal itu yang dialami oleh Perusahaan Otobus (PO) atau jasa pengangkutan komersial.

Baca juga: Pabrikan Tanggapi Ban Vulkanisir Yang Digunakan Bus

Ban yang digunakan cepat habis, karena digunakan sehari-hari untuk operasional. Untuk itu, mereka menggunakan ban vulkanisir untuk menghemat pengeluaran.

Lalu bagaimana proses pembuatan ban vulkanisir?

On Vehicle Test PT Gajah Tunggal Tbk, Zulpata Zainal mengatakan, teknisnya, ban lama atau ban yang ingin di vulkanisir, harus lulus dari pemeriksaan quality.

"Misalkan sidewall (dinding samping) tidak rusak, bagian ban yang nempel di pelek tidak rusak. Tidak ada kerusakan lain, seperti sobek sobek atau luka. "Jadi tidak semua ban bekas bisa divulkanisir," terangnya.

Kemudian, setelah lolos pemeriksaan, bagian telapak ban dibersihkan, dihaluskan. Jadi menurutnya benar-benar bebas dari kotoran. Dan bentuknya juga sudah halus. kemudian setelah itu ditambahkan telapak baru.

Baca juga: PO Bus Akui, Gunakan Ban Vulkanisir Untuk Mengurangi Biaya

"Nah telapak ini ada dua macam, yang sudah ada model kembangannya, atau masih polos," tambah Zulpata.

Setelah itu, masuk mesin cetak atau curring untuk membuat tapak baru. Ada sistem dingin dan ppanas yang masuk mold cetakan.

Tak selesai di situ, masih harus ada pemeriksaan quality, tidak bisa langsung digunakan. "Semua bagian di cek dulu, telapak dan bagian samping ban," tutup Zulpata.

Setelah itu, barulah proses vulkansir dilakukan.