PO Bus Akui, Gunakan Ban Vulkanisir Untuk Mengurangi Biaya

PO Bus Akui, Gunakan Ban Vulkanisir untuk Mengurangi Biaya PO Sumber Alam salah satu yang menggunakan ban vulkanisir

KabarOto.com - Bus dan truk merupakan kendaraan komersial yang digunakan oleh para pengusaha jasa transportasi untuk mendukung bisnisnya. Kendaraan tersebut beroperasi setiap waktu, untuk mengangkut penumpang dan juga barang ke berbagai daerah.

Aktivitas kendaraan yang terus meningkat, membuat umur ban berkurang dengan ketebalan tapak yang mulai menipis. Jika dibiarkan akan berbahaya, mengakibatkan kecelakaan akibat kurangnya cengkraman ban terhadap permukaan jalan. Para pengusaha jasa transportasi harus mengeluarkan biaya besar untuk mengganti ban baru.

Baca Juga: Masih Jadi Pilihan Masyarakat, Ban Vulkanisir Akan Diwajibkan Memiliki SNI

Hal itu menggunakan ban vulkanisir sebagai salah satu cara untuk meminimalisir biaya pengeluaran. Vulkanisir tujuannya menambah umur ban, caranya melapisi ban yang telah gundul dan ditempel dengan tapak baru.

Salah satu Perusahaan Otobus (PO) Sumber Alam yang menggunakan ban vulkanisir di bagian belakang.Anthony Steven Hambali, Pemilik PO Sumber Alam mengatakan, pihaknya hanya menggunakan ban vulkanisir di bagian belakang.

Teknologi vulkanisir

Anthony Steven Hambali sebagai Pemilik PO Sumber Alam, mengaku wajar jika metode ini digunakan. Karena, teknologi vulkanisir sebenarnya diadakan untuk mengurangi biaya, baik secara ekonomi maupun ekologi, artinya ban itu bisa didaur ulang hingga usia maksimalnya.

Baca juga: Transjakarta Bantah Gunakan Ban Vulkanisir

"Saat ini kebanyakan hanya digunakan di belakang untuk semua unit, produksi tahun 2000 ke atas," terang Anthony, saat dihubungi Kabaroto, Sabtu kemarin (05/06).

Kenapa tidak digunakan di depan? Menurut dia di bagian itu ada gaya gesek kanan dan kiri. "Ditakutkan akan lepas vulkanisirnya kalau ditaruh depan. Kan ada gaya gesek kanan kirinya," tambahnya.

Sementara itu, menurut dia umur ban vulkanisir baru mencapai 25-30% dari usia ban orisinil. "Semua ban belakang biasa menggunakan ban vulkanisir," kata Anthon mengakui.

Untuk vulkanisir ban, mereka membawa ban bekas yang masih orisinil dan sudah gundul dibawa ke perusahaan vulkanisir, untuk dibuat ban yang bisa digunakan kembali. Umur dan harga ban vulkanisir mencapai 25-30% dari orisinil.