Berpikir Bijak, Tergiur Beli Mobil Karena Relaksasi Pajak?

Berpikir Bijak, Tergiur Beli Mobil karena Relaksasi Pajak?

KabarOto.com - Sebagian kalangan tentu memandang relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebagai peluang emas untuk membeli kendaraan roda empat terkait adanya potongan harga yang cukup signifikan.

Khusus bagi Sobat KabarOto yang memang belum memiliki mobil, banyak penasehat keuangan tetap menyarankan untuk menghindari membeli mobil dalam jangka waktu dekat ini jika Sobat termasuk dalam beberapa kriteria di bawah ini.

Hampir setiap hari bekerja dari rumah

Tidak sedikit yang akhirnya menjalani aktivitas mencari nafkah di rumah karena pandemi Covid-19. Secara tidak langsung, mobilitas Sobat KabarOto secara keseluruhan menjadi berkurang secara drastis setiap harinya.

"Mobil seharga ratusan juta rupiah tentu bukan menjadi pilihan yang tepat untuk dibeli saat ini. Masih bisa terbantu oleh kendaraan umum, online, atau sepeda motor," ujar Aulia Akbar selaku Financial Educator dan Periset Lifepal.

Baca Juga: Ingin Beli Mobil Tua? Ini Tips Pentingnya

Kebutuhan pokok atas hunian belum terpenuhi dengan baik

Memiliki hunian tentu sangat berguna ketimbang tinggal di rumah sewa dalam waktu yang lama. Aset berupa hunian, bisa Anda jadikan warisan yang berharga untuk istri dan anak Anda kelak.

Ketimbang harus memanfaatkan momentum relaksasi PPnBM, ia menyarankan untuk penuhi kebutuhan pokok ini terlebih dulu agar hidup Anda lebih nyaman di masa yang akan datang.

Sedang banyak cicilan utang

Anggap saja, saat ini cicilan kartu kredit setara dengan 20% dari pemasukan. Namun Anda memutuskan untuk melakukan kredit mobil, dan cicilan utang per bulan yang dibebankan ke Anda setara dengan 25%. Alhasil, total cicilan utang Anda per bulan adalah 45%.

"Studi kasus di atas menunjukkan bahwa cicilan utang Anda sudah terlalu berat. Cicilan utang yang dinilai cukup ideal adalah maksimal 35% dari pemasukan bulanan," imbuh Aulia.

Baca Juga: Pemula Mau Belajar Handpainting? Simak Tips Dari Nova Tigabelas (NF.13)

Bekerja atau berbisnis di industri yang terdampak pandemi

Ketika Anda bekerja atau menjalani usaha di industri yang terdampak pandemi, maka risiko akan berkurang atau hilangnya penghasilan menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Alangkah lebih baik untuk menunda pembelian aset mahal terlebih dulu untuk sementara waktu.

Saat kesehatan keuangan sudah baik

Kesehatan keuangan tidak hanya diukur dari jumlah utang tertunggak, cicilan, dana darurat, dan asuransi, melainkan juga soal kepemilikan jumlah aset investasi yang ideal.

"Membeli mobil, baik dalam bentuk tunai atau kredit akan menyebabkan berkurangnya aset lancar dalam jumlah besar di tabungan. Berkurangnya aset lancar bisa menyebabkan masalah baru dalam keuangan Anda," tutupnya.