Biodiesel B30 Punya Tingkat Keasaman Tinggi, Jangan Salah Pilih Pelumas

Biodiesel B30 Punya Tingkat Keasaman Tinggi, Jangan Salah Pilih Pelumas

KabarOto.com - Sejak tahun lalu Pemerintah telah mencanangkan program terkait penggunaan bahan bakar biodiesel B30, bahkan hingga B100.

Nah, untuk jangka pendek penggunaan bahan bakar biodiesel B30 sudah diterapkan di beberapa kota. Bahkan merek-merek otomotif sudah bersiap diri untuk mematuhi terlaksananya program tersebut.

Baca Juga: Biodiesel B30 Segera Diterapkan, Begini Kata Pakar

Kabar selanjutnya, Pemerintah juga sudah mengeluarkan program baru yaitu pemakaian bahan bakar B50 di 2021 mendatang. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melestarikan alam karena bahan bakar ini memanfaatkan sumber energi terbarukan. Dimana bahan bakar yang selama ini digunakan menggerus minyak bumi.

Nah, B30 berbasis POME (Palm Oil Methyl Ester) dimana POME memiliki sifat membersihkan, sehingga ini akan mempengaruhi penggunaan fuel filter. POME yang dipakai di Indonesia memiliki tingkat keasaman yang rendah dibandingkan dengan Rapeseed Methyl Ester (RME) yang biasa digunakan di Eropa.

Baca Juga: Mantap, Volvo Buses Luncurkan Bus Baru B11R

PanaOil yang hadir di pembukaan GIICOMVEC 2020 (05/03) menjelaskan bahwa mereka memiliki formula unggulan untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan dari pemakaian pemakaian Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dalam bahan bakar biodiesel.

"Formula produk kami sanggup mengontrol tingkat keasaman dan sludge yang ditimbulkan dari bahan bakar biodiesel saat mesin beroperasi, dan tetap menjaga performa mesin untuk beroperasi secara maksimal," ungkap Effendy Liemuel, Executive Director PT Pana Oil Indonesia.

Baca Juga: Kendaraan Hino Siap Gunakan B30, Tapi Ini Syaratnya!

Cruiser Advance Plus menjadi pelumas yang dianggap cocok oleh PanaOil untuk mengatasi permasalahan dalam penggunaan Biodiesel B30. Apalagi di pameran GIICOMVEC 2020, PanaOil mengenalkan varian kemasan yang beragam.

Effendy juga menjelaskan bahwa kegiatan operasional kendaraan berbahan bakar biodiesel patut diwaspadai. Pasalnya bahan bakar ini menghasilkan satu tingkat keasaman yang tidak terkendali dalam proses kerja mesin.

Nah, Sobat KabarOto perlu ingat bahwa penurunan performa mesin yang berujung dengan terganggunya operasional kendaraan sebaiknya dihindari. Begitupun dengan penggunaan pelumas yang tidak tepat karena dapat memperburuk performa mesin.