KabarOto.com - BMW pekan ini memperkenalkan model kedua dari lini Neue Klasse, yakni BMW i3 50 xDrive. Sebagai bagian evolusi elektrik dari Seri 3 yang legendaris, mobil ini menandai lompatan teknologi bagi pabrikan asal Munich tersebut.
Mengusung filosofi desain masa depan dan arsitektur perangkat lunak terbaru, adapun BMW i3 diproyeksikan menjadi standar baru dalam segmen sedan premium elektrik global yang sedianya mulai diproduksi massal pada Agustus 2026.

Eksterior BMW i3 terbaru ini menampilkan bahasa desain yang berani namun tetap mempertahankan proporsi khas BMW yang dinamis. Dengan konsep desain "2.5-box", i3 menonjolkan siluet sporti dengan wheelbase panjang dan overhang pendek yang memberikan kesan kokoh.
Baca Juga: BMW Suntik Mati i4 demi Generasi i3 yang Lebih Canggih, Intip Bocorannya
Wajah "empat mata" khas BMW kini bertransformasi menjadi tanda tangan cahaya inovatif yang menyatu dengan grille radiator, menciptakan tampilan unit yang ekspresif. Area belakang yang lebar dengan lampu horizontal menegaskan kemajuan teknologi dan presisi estetika tingkat tinggi.

Masuk ke bagian kabin, akan dijumpai interior BMW i3 menawarkan ruang yang lapang berkat pemanfaatan platform khusus kendaraan listrik. Fokus utama terletak pada BMW Panoramic iDrive yang mendefinisikan ulang orientasi pengemudi.
Desain interiornya tidak hanya mengundang kenyamanan, tetapi juga mempertahankan aura sporti yang menjadi DNA BMW. Penggunaan material berkelanjutan dan tata letak yang futuristik memastikan bahwa setiap perjalanan memberikan pengalaman berkendara yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Keunggulan teknologi BMW i3 berpusat pada sistem Heart of Joy, sebuah komputer berperforma tinggi yang menjadi otak dari seluruh dinamika kendaraan. Dengan kecepatan respons sepuluh kali lipat dibandingkan sistem sebelumnya, superbrain ini mengoordinasikan performa dan fitur keselamatan secara instan.
Hadirnya fitur BMW Symbiotic Drive juga membawa pengalaman berkendara berbantu (assisted driving) ke level yang lebih cerdas, memastikan keamanan maksimal bagi pengemudi dan penumpang melalui integrasi sensor yang sangat presisi.

Sektor performa menjadi daya tarik utama dengan teknologi BMW eDrive generasi keenam. Varian i3 50 xDrive dilengkapi motor listrik ganda pada poros roda depan dan belakang, menghasilkan tenaga gabungan sebesar 345 kW atau setara 469 dk dengan torsi maksimal 645 Nm.
Baca Juga: BYD Buka Fasilitas Flash Charging 2.0 Berdaya 1.500 kWh di Eropa
Kehebatan ini didukung oleh teknologi 800-volt dan sel baterai bulat baru yang memungkinkan kepadatan energi lebih tinggi. Hasilnya, mobil ini mampu menempuh jarak fantastis hingga 900 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh menurut standar WLTP.

Terakhir, BMW i3 menjawab tantangan mobilitas jarak jauh dengan kemampuan pengisian daya DC hingga 400 kW. Hanya dalam waktu 10 menit, baterai dapat terisi untuk jarak tempuh 400 km.
Tak hanya itu, fitur pengisian daya dua arah seperti Vehicle-to-Load (V2L), Vehicle-to-Home (V2H), dan Vehicle-to-Grid (V2G) menjadikan mobil ini sebagai unit penyimpan energi portabel yang cerdas.
Diproduksi di pabrik utama Munich yang telah dimodernisasi, BMW i3 siap memulai pengiriman pertamanya pada musim gugur 2026 sebagai pionir era full-electric Neue Klasse.