KabarOto.com - BMW Group akan melakukan restrukturisasi besar-besaran dengan memangkas 20 persen divisi dan posisi manajemen, hingga pertengahan 2027. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, sekaligus memperluas penggunaan kecerdasan buatan atau AI.
Berdasarkan strategi yang diumumkan BMW dalam Capital Market Day 2026, pengurangan struktur organisasi akan mencakup lebih dari 100 posisi eksekutif senior. Pengurangan serupa juga akan diterapkan pada jenjang manajemen di bawahnya.
Baca Juga : Jaecoo J5 EV Terbaru Oktober 2026, Harganya Naik Jadi Segini
Daftar Isi
Memanfaatkan AI
Daftar Isi
BMW akan memanfaatkan AI untuk mengurangi pekerjaan administratif dan mempercepat proses pengambilan keputusan. Teknologi tersebut akan diterapkan di berbagai lini, mulai dari pengembangan kendaraan, pengadaan, produksi, penjualan dan pemasaran, hingga layanan purnajual.

Dalam pengembangan kendaraan, misalnya, AI agent akan membantu menyusun kebutuhan teknis, melakukan pengujian, menganalisis informasi kompleks, serta mengotomatisasi pekerjaan rutin. Dengan demikian, BMW berharap proses pengembangan produk dapat berlangsung lebih cepat.
Restrukturisasi tersebut juga berkaitan dengan program pengurangan tenaga kerja. Sekitar 8.000 posisi pekerjaan di Jerman berpotensi terdampak, terutama pada fungsi administratif dan pekerjaan kantor. BMW menyediakan program pengunduran diri sukarela bagi sebagian karyawan.
Baca Juga : Brabus Hadir di Monaco Yacht Show 2026, Khusus Pencinta Kendaraan Performa Tinggi
Melemah Pasar China
Langkah ini dilakukan ketika BMW menghadapi tekanan terhadap profitabilitas, terutama akibat melemahnya pasar China dan dampak tarif di Amerika Serikat. Margin divisi otomotif BMW hanya sekitar 2,3 persen pada 2026, sementara perusahaan menargetkan kembali ke kisaran 8–10 persen pada awal dekade berikutnya. Untuk 2028, target sementara ditetapkan sebesar 3–5 persen.
Di sisi produk, BMW tetap mempercepat pengembangan Neue Klasse. Teknologi dari platform tersebut ditargetkan diterapkan pada sekitar 40 model baru maupun pembaruan hingga akhir 2027.