KabarOto.com - Industri otomotif Cina kembali mencatat sejarah baru pada Juni 2026. Untuk pertama kalinya, ekspor mobil dari Negeri Tirai Bambu berhasil menembus angka satu juta unit dalam satu bulan, ini sekaligus menegaskan posisi Cina sebagai kekuatan besar pasar otomotif global.
Berdasarkan data terbaru, total ekspor mobil Cina sepanjang Juni mencapai lebih dari satu juta unit atau meningkat 75,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan pencapaian tersebut, total ekspor selama semester pertama 2026 menjadi 5,096 juta unit, naik 65,3 persen secara tahunan.
Permintaan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV), yang mencakup mobil listrik murni dan plug-in hybrid jadi pendorongnya. Pada Juni, ekspor NEV mencapai 523 ribu unit atau melonjak 160 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, kendaraan elektrifikasi menyumbang lebih dari separuh total ekspor dalam satu bulan.
Baca Juga : Kawasaki Ninja 2 Tak Haram Pakai Oli Samping Murahan

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, ekspor NEV Cina tercatat mencapai 2,355 juta unit, atau tumbuh 120 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan kontribusi sebesar 46,2 persen terhadap total ekspor kendaraan, segmen ini menjadi motor utama pertumbuhan industri otomotif Cina di pasar internasional.
Meningkatnya ekspor terjadi di tengah perlambatan penjualan domestik akibat melemahnya daya beli masyarakat dan berkurangnya insentif pemerintah. Kondisi tersebut mendorong produsen termasuk BYD, Chery, dan Geely, untuk semakin agresif memperluas pasar ke Eropa, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
Baca Juga : Nissan Tekton Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Tren ini memperlihatkan bagaimana kendaraan listrik kini menjadi tulang punggung ekspansi global industri otomotif Cina, sekaligus memperkuat dominasi negara tersebut dalam transisi menuju mobilitas ramah lingkungan.

