Cara Anggota AISI Bertahan Di Tengah Pandemik Covid-19

Cara Anggota AISI Bertahan di Tengah Pandemik Covid-19 Pola hidup masyarakat berubah saat Pandemik Covid-19

KabarOto.com - Pola hidup masyarakat Indonesia kini berubah, seiring pandemik Covid-19 yang belum juga mereda. Mereka tidak bisa hanya berdiam diri di rumah, harus menjalankan aktivitas mencari uang agar kebutuhan hidup terpenuhi.

Selain menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jjarak aman, mereka kerap menggunakan kendaraan pribadi, dibanding angkutan umum. Untuk menjaga agar tidak tertular virus Covid-19 dari penumpang lainnya.

Baca Juga: AISI Optimis Penjualan Sepeda Motor Tahun 2018 Mencapai 6 Juta Unit

Selain pola penjualan dan pelayanan juga kini berbeda. Digitalisasi menjadi cara yang paling efisien saat Pandemik ini. Namun, digitalisasi tidak akan bisa menarik perhatian tanpa adanya sesuatu yang membuat konsumen tertarik.

"Terjadi perubahan perilaku, ini mendorong perilaku pasar mengantisipasi untuk memberikan beragam program," terang Ketua Bidang Komersil Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala.

Program yang dimaksud adalah memberi penawaran yang memberi nilai tambah kompetitif bagi konsumen.

"Mereka mengharapkan ada nilai tambah, proses yang gampang dan harga terjangkau," terang Sigit lagi. Selain itu, proses juga harus lebih cepat, sederhana dan mudah diandalkan.

Dia juga mengatakan, dalam kondisi saat ini industri harus berkolaborasi mulai dari hulu sampai hilir dan melibatkan peran Pemerintah untuk kembali mendongkark penjualan sepeda motor.

"Kita harus bertahan di situasi ini, menyiapkan diri untuk lebih baik, agar recovery pasar lebih siap," tambahnya.

Baca Juga: Penjualan Sepeda Motor Tahun 2017 Menurun

Di masa ini, Sigit juga menyatakan, akan memperkuat bisnis mdel yang didukung Sumber Daya Manusia yang andal dan berkompeten.

"Teknologi juga harus dimanfaatkan dengan baik, untuk bisa bertahan," tambah Sigit lagi.