Dampak Positif Dan Negatif Memakai Cairan Ban Anti-bocor

Dampak Positif dan Negatif Memakai Cairan Ban Anti-bocor Cairan ban anti bocor (Foto: Ibath/Kabaroto)

KabarOto.com- Pengendara sepeda motor umumnya lebih memilih menggunakan ban tubeless dibanding ban standar. Alasannya, ban tubeless tak gampang bocor ditambah usia ban lebih tahan lama.

Umumnya pemakai ban tubeless juga menyuntikkan cairan anti-bocor ke dalam ban tubeless. Tujuannya, cairan anti-bocor itu bisa memberikan keamanan maksimal saat ban mengalami kontak dengan paku atau benda tajam lainnya.

Namun ternyata, cairan anti-bocor memiliki dampak negatif bagi ban tubeless yang dipakai para bikers.

Andi, salah satu petugas tambal ban tubeless SPBU Pertamina di bilangan Bintaro sektor 1, Tangerang Selatan, mengatakan, cairan anti-bocor memiliki dampak positif dan negatif bagi ban tubeless.

Baca Juga: Cara Sederhana Merawat Motor Trail

Dampak positif yang dirasakan adalah cairan anti-bocor dapat menambal ban tubeless kala bocor halus tertusuk paku atau benda tajam. Cairan yang telah menempel di dalam dinding ban dapat menutupi lubang ban dari dalam.

Sementara dampak negatifnya, cairan anti-bocor yang bersifat kental berpotensi menyumbat pentil ban. Akibatnya, udara jadi sering keluar dari sela-sela pentil.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Lampu Depan Motor yang Sering Putus

"Sebagian besar orang yang nambal ke sini, pentil ban tubelessnya pasti bocor. Saya tanya mereka pake cairan anti-bocor? mereka jawab iya. Jadi penyebabnya karena cairan anti-bocor itu," ujarnya kepada Kabaroto.com, Kamis (17/1/2018).

"Cairan ini suatu saat pasti akan menyumbat pentil. Jadi sebetulnya tak usah pakai cairan itu. Ditambal biasa saja," tambah Andi.