Diler Mokas Menjamur, Mobil88 Tetap Pede Jualan

Diler Mokas Menjamur, Mobil88 Tetap Pede Jualan Diler Mobil bekas

KabarOto.com - Maraknya diler mobil bekas dan balai lelang yang menjual dengan harga terjangkau tak membuat Mobil88 surut dan takut. Mereka percaya, dengan kredibilitas yang sudah dimiliki selama puluhan tahun, konsumen akan tetap mencari mobil dengan kondisi yang baik. Apalagi didukung dengan layanan dari tenaga penjualan di diler sudah memenuhi standar.

"Dagang mobil bekas ini sudah menjamur, kayak UMKM, saya belum tahu datanya berapa pedagang mobil bekas," terang Presiden Direktur Mobil88, Halomoan Fischer. Diler mobil bekas tidak memiliki asosiasi, namun punya paguyuban yang mewadahi para pedagang mokas.

Baca Juga: Pajak 0 Persen Ditolak Kemenkeu, Penjualan Mobil Bekas Langsung Naik

Melihat situasi tersebut, Fischer yakin perusahaan di bawah bendera Astra ini dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baku bisa tetap eksis dan diminati konsumen yang mencari mobil bekas.

"SOP kan baku, bagaimana mobil itu masuk, rekondisi sampai dijual, ada juga leasingnya. itu yang membedakan Mobil88," terang Fuischer dalam diskusi virtual dengan media, beberapa waktu lalu.

Pelayanan terhadap konsumen di Mobil88

Standar lain untuk melayani konsumen adalah karyawan sebelum masuk diberi pelatihan, dan secara periodik ada refreshment, agar pelayanan untuk konsumen benar-benar sesuai standar yang ditetapkan.

"Kami menjaga reputasi nama Astra, kami tak mungkin mengorbankan hal spele dengan reputasi nama Astra," terang dia lagi. Fishcer juga mengatakan, kebanyakan mobil bekas yang dijual di diler ini kebanyakan merek Astra, seperti Toyota dan Daihatsu sebanyak 65%. Sementara sisanya merek lain.

Sama seperti diler mobil bekas lainnya, saat Pandemik Covid-19 yang dimulai sejak April 2020 lalu, harganya turun antara 7-10%. Namun saat PSBB mulai dilonggarkan, harga sudah normal kembali secara otomatis.

"Sejak itu flat, harga tak turun lagi, kemudian harga naik lagi itu otomatis," terang Fischer. Dia menambahkan, saat memasuki satu kondisi seperti PSBB, pedagang sudah punya prediksi, misalnya Fischer mencontohkan, punya stok 3.000, begitu permintaan naik menjadi 6.000 unit harganya kembali dinaikkan.

Baca Juga: Jangan Tergiur Diskon, Begini Kalau Mau Beli Mobil Bekas

"Sampai saat ini sih harganya masih belum kembali normal," tambah Fischer lagi. Dia pun memprediksi, harga mulai normal kembali pada Januari dan Februari 2021 mendatang.