Pajak 0 Persen Ditolak Kemenkeu, Penjualan Mobil Bekas Langsung Naik

Pajak 0 Persen Ditolak kemenkeu, Penjualan Mobil Bekas Langsung Naik

KabarOto.com - Kementerian Perindustrian beberapa waktu lalu mengajukan stimulus keringanan berupa pajak 0% untuk kendaraan bermotor baru. Hal itu dilakukan agar penjualan mobil secara nasional bisa bangkit lagi pasca Pandemik Covid-19.

Namun, pengajuan tersebut ditolak oleh Kementerian Keuangan. Lalu seberapa pengaruh isu pajak tersebut mempengaruhi penjualan mobil baik baru atau bekas.

Baca Juga: Jelang Pergantian Tahun, Mobil88 Gelar Festival Mobil Bekas

Presiden Direktur mobil88, Halomoan Fischer mengatakan, pengaruhnya sangat besar, karena wacananya baru ingin dihapus sudah membuat pasar heboh.

"Kalau sampai mobil baru turun 0% pajaknya, dampaknya orang tidak akan membeli mobil bekas," terang Fischer saat ngobrol virtual dengan media, Rabu (18/11). Konsumen pasti lebih memilih beli mobil baru dari mobil bekas.

Mobil88 menjual mobil bekas berkualitas

Namun penolakkan pajak tersebut menguntungkan Mobil88 selaku diler mobil bekas terbesar Indonesia. "Saat Menkeu tidak menyetujui, kenaikkan penjualan mobil bekas sangat terasa," ujar Fischer.

Kenaikkan penjualan mobil bekas sangat terasa dari pertengahn Oktober sampai saat ini.

"Pasar langsung bergerak lagi, animonya naik lagi," terang Fischer lagi.

Lantas mobil apa yang paling laku? Sampai hari ini LCGC dan LMPV. Penjualan terbanyak untuk Mobil88 di wilayah Jakarta, Bandung dan Surabaya.

Konsumen yang membeli mobil bekas kebanyakan dilakukan secara offline, namun untuk mencari model dan harga mereka melihat dari internet.

Baca Juga: Ini Tips Penting Membeli Mobil Seken Ala Mobil88

"Survei kami, 80% pembeli mobil bekas pencariannya lewat internet, setelah itu melihat fisik datang ke diler dan bertansaksi," terangnya lagi.

Komposisi pembelian mobil bekas menurut Fischer, 70% offline dan 30% online.