Honda Brio 2013, Si Mungil Bertenaga Turbo 349dk

Honda Brio 2013, si Mungil Bertenaga Turbo 349dk Honda Brio turbo pakai engine swap (Foto: Kipli)

KabarOto.com – Sebenarnya predikat mobil cepat, bertenaga dan unik bukanlah milik supercar atau sportcar mewah semata. Secara hierarki, mungkin Honda Brio milik Andre Rusli ini tidak termasuk kategori tersebut.

Namun jangan anggap remeh mobil mungil ini. Karena dengan bobot ringan dan tenaga besarnya, mungkin ia akan senang ‘bermain’ dengan mobil-mobil kencang. Siap-siap, karena subcompact Honda ini bukan lagi sekadar tipikal kendaraan transportasi untuk mengangkut barang belanjaan, atau bertamasya bersama keluarga kecil di akhir pekan.

Baca Juga: Honda Brio Pakai Lampu Mobilio RS, Lebih Cantik!

“Lelah yang gue rasakan seketika hilang ketika Brio ini sama seperti ekspektasi awal gue bangun,” ucap Andre, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di kawasan Jakarta Barat ini.

"Poin utama kenapa gue pilih Honda Brio adalah modelnya yang lucu. Awalnya terinspirasi oleh modifikasi dari negeri Thailand, banyak Brio dengan performa tinggi di sana. Tapi gue mau yang bisa diajak jalan juga,” ucap punggawa ADR Motorsport ini.

Memang benar, jika dilihat sekilas maka asumsi kita bilang bahwa Honda Brio ini hanya mengaplikasikan pelek Jepang Advan RG berdiameter 15 inci dengan lebar 6,5 inci dan sebatas modifikasi pada aliran gas buang.

Namun, mesin standar Honda Brio yang berkapasitas 1.300 cc pun di-swap dengan mesin L15A dari Honda Jazz, yang memiliki kapasitas 1.500 cc. Plus mesin ini telah di-porting & polishing, demi efisiensi volumetrik pada ruang pembakaran.

Belum selesai, turbocharger Garrett GT25 sebagai perangkat induksi pun diaplikasi, didukung oleh internal mesin yang diperkuat oleh CP piston dan BC conrod untuk menahan boost dari turbocharger.

Untuk suplai bensin dan udara yang dapat mengakomodir kebutuhan mesin, Andre membuat sebuah custom intake manifold dari material alumunium. “Kalau pakai intake standar takut pecah dengan modifikasi mesin yang sudah seperti ini,” tukasnya.

Lalu 4 buah injektor tambahan dari Deatschwerk dengan kapasitas 800 cc pun menyemprotkan bensin lebih deras ke ruang pembakaran, yang disuplai dari pompa bensin merek serupa. Serunya, semua kinerja mesin diatur oleh ECU standar yang ditandem dengan piggyback Dastek Unichip tipe Q+, lengkap dengan idrive dan turbo modul-nya.

Dengan semua modifikasi tersebut, Andre mengaku belum cukup puas mengetahui bahwa kenyataannya ‘monster’ mungil ini dapat memproduksi tenaga sebesar 349 dk serta torsi 349 Nm pada boost 1,2 bar!

Spesifikasi:

Coilover Tein super compact
ban depan Toyo R888 195 55 + belakang champiro SX2 195/50
pelek Advan RG 15x6,5
Pivot tachometer
Pivot boost meter
Apexi turbo timer
kap carbon
Honda red emblem
engine Swap L15A, porting & polished + 3 angle valve job by ADRmotorsport
CP piston
BC conrod
Clevite bearings
Garrett GT25 turbocharger
Tial External wastegate
HKS Blow off
Tabata radiator
air filter Zage
Custom aluminium intake manifold
busi Iridium iriway 9
custom intercooler piping
exhaust piping
turbo manifold by ADR exhaust
Act racing clutch
Deatschwerk fuel pump
Deatschwerk extra injector 800 cc
custom full engine mounting
Dastek Q+ piggyback
Dastek turbo module
Dastek iDrive