Honda Mobil Pelajari Datangkan Produk Baru Dari Jepang

Honda Mobil Pelajari Datangkan Produk Baru dari Jepang

KabarOto.com - Dalam rangka meningkatkan penjualan di masa Pandemik Covid-19, Agen Pemegang Merek biasanya memperkenalkan produk baru (refreshment). Tujuannya, agar konsumen bisa mendapat pilihan mobil baru untuk mendukung aktivitasnya.

Toyota, tahun 2020 ini sudah memperkenalkan 5 mobil baru. Karena mereka menganggap, dengan produk baru, penjualan akan terdongkrak. Konsumen yang disasar bukan pemilik mobil pertama, tapi yang sudah memiliki mobil dan ingin menambah kendaraannya.

Baca Juga: Honda Targetkan Market Share Tercapai Setiap Bulan

Mitsubishi juga baru saja memperkenalkan Xpander Black Edition. Produk itu penyegaran dari Xpander yang sudah diperkenalkan sejak tahun 2017 lalu. Lalu bagaimana dengan Honda Prospect Motor, APM mobil merek Honda, apakah juga akan memperkenalkan jagoannya di penghujung tahun 2020 ini?

Honda masih belum mau membawa Jazz baru ke Indonesia

Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor mengatakan, HPM sampai saat ini belum ada niat untuk memperkenalkan produk baru. Meski refreshment menurut Billy bisa meningkatkan penjualan, namun Honda belum mau menjual produk baru di Indonesia.

"Refreshment memang strategi untuk meningkatkan penjualan, tapi kami belum," terangnya. Honda masih melihat waktu dan model yang tepat. Selain itu juga kondisi pasar yang belum stabil, membuat HPM belum bisa membawa produk-produk baru ke Tanah Air.

"Produk apa yang akan keluar masih melihat kondisi pasar," terang Billy , saat bincang virtual dengan media, beberapa waktu lalu. Seluruh line up yang sudah diperkenalkan di Jepang akan dipelajari dan dipertimbangkan. "Kita terus pelajari, mana yang cocok untuk konsumen, kita pelajari terus," paparnya.

Baca Juga: Honda Atur Strategi Penjualan Mobil Untuk Bangkit Di Masa Pandemik Covid-19

lalu bagaimana dengan Honda Jazz, yang sempat merajai penjualan di segmen hatchback, apakah akan dilakukan penyegaran? Billy juga meminta media untuk menunggu, sampai kondisi pasar stabil. "Sekali lagi, produk baru ikuti kondisi pasar, dan saat ini belum stabil, masih kami studi," paparnya.