Ilegal, Jangan Asal Pakai Lampu Terang Untuk Kendaraan

Ilegal, Jangan Asal Pakai Lampu Terang untuk Kendaraan Foto: kipli

KabarOto.com - Lampu kendaraan menjadi vital ketika sudah berhubungan dengan visibilitas saat gelap atau malam hari. Fungsinya tentu saja untuk menerangi jalan ketika mata tak sanggup melihat di kegelapan. Tak heran, banyak pengguna kendaraan yang upgrade atau melakukan modifikasi pada bagian lampu agar lebih terang.

Alih-alih membantu penglihatan jadi lebih baik untuk mengetahui medan dan kondisi jalanan, menggunakan lampu terlalu terang justru dianggap ilegal. Kok bisa?

Contohnya lampu yang pakai xenon, itu umumnya 11 ribu Kelvin. Warna 4.300 itu kuning, 6.000 agak putih, nah 11 ribu Kelvin itu umumnya digunakan untuk kontraktor pengerjaan jalan, tidak untuk kendaraan. "Karena pekerja tersebut butuh cahaya lebih agar mata tidak sakit dan cepat lelah, tidak untuk dipakai di kendaraan yang justru malah bikin bahaya," ujar Arief Hidayat Selaku CEO PT Welty Indah Perkasa.

Baca Juga: Lampu LED Bermasalah, Kenali Penyebabnya

Seiring berkembangnya waktu, masuk berbagai jenis bohlam lampu setelah halogen, yakni HID dan LED. "sudah seharusnya, bohlam diatas 6.000 Kelvin tidak boleh dipakai karena ilegal, selain itu tidak bisa menerangi jalanan, krn terlalu silau dan sangat mengganggu, setelah pakai 1-2 minggu cahaya lampu akan turun sampai 70% hingga normal kembali," imbuhnya.

Ia juga bilang, bohlam LED juga perlu anti-overheating. "Kalau fan-nya mati otomatis LED tidak tahan lama. Jadi menarik dan lucu serta membingungkan pada saat konsumen beli lampu LED namun tdk pernah perhatikan kualitas chip-nya, malah berpatokan kepada seberapa banyak titik pada lampunya," ujar Arief.

Baca juga: Bagaimana Cara Pilih Lampu LED Yang Baik?

Menurut Arief, secara perbandingan, tentu bohlam LED merupakan terobosan teknologi di dunia otomotif. Jika dibandingkan, bohlam HID dengan daya 35 watt dan LED yang maksimum 25 watt saja penerangannya jauh lebih terang dengan usia pakai lebih panjang LED yang bisa mencapai 30 ribu jam, sedangkan HID hanya 3 ribu jam.

Ia menyarankan agar menggunakan bohlam lampu LED dengan angka 4.300 hingga 6.000 Kelvin, "lebih dari itu tidak akan tembus kabut maupun hujan, bahkan di Eropa dan Amerika itu maksimal 5.000 Kelvin," tutupnya.