Ini Cara Tingkatkan Kinerja Mesin MR20 Nissan X-Trail Dan Serena

Ini Cara Tingkatkan Kinerja Mesin MR20 Nissan X-Trail dan Serena

KabarOto.com - Meningkatkan kinerja mesin banyak cara bisa dilakukan, namun bagaimana solusinya tanpa menggunakan alat bahkan aditif? Terlebih untuk Nissan X-Trail dengan kode bodi T31 dan Nissan Serena generasi C26, yang memakai mesin berkode MR20.

Menilik data spesifikasi, mesin ini punya keluaran tenaga hingga 145 dk pada 5.000 rpm dengan torsi maksimal 206 Nm di 4.400 rpm.

Nah, mesin ini cukup banyak yang bilang kurang bertenaga, sebab bobot Serena mencapai 1.630 kg, sedang X-Trail T31 di kisaran 1.460 kg. Apalagi, transmisi CVT yang diusung bikin karakter akselerasi keduanya seakan kurang agresif.

Padahal, konsumsi BBM Serena milik redaksi KabarOto hanya bisa di angka 1:8,5 kpl untuk rute kombinasi dalam kota dan tol, itupun tidak terlalu agresif nyetirnya dan minimal harus pakai oktan 92. Pakai di bawah itu, pasti lebih lambat lagi.

Baca juga: Berkat TUSS, Performa Yamaha Xmax Meningkat Dan Irit

Celah klep diukur dan dilakukan penyelan ulang, agar komposisi BBM dan udara yang masuk lebih presisi

Bicara teknologi mesin, baik X-Trail maupun Serena menggunakan valve lifter untuk pengaturan klep. Penyetelan klep di mesin dengan sistem valve lifter tidaklah mudah untuk dilakukan sehingga biasanya tidak pernah dilakukan penyetelan ulang pada saat melakukan tune-up reguler dan kurang presisi karena sifat produksi massal di pabrik.

Nah bengkel Provis Autolab, yang terletak di Jl. W. R. Supratman, Ciputat punya alternatif untuk membuat kinerja mesin MR20 ini lebih efisien. Caranya dinamakan Optimalisasi Klep (OptiK). Langsung saja KabarOto membawa Serena dan X-Trail untuk dikerjakan proses ini.

Kondisi kerak di kepala silinder mesin MR20 setelah menempuh jarak sekitar 65 ribu km menggunakan BBM oktan 92

OptiK bisa menjadi solusi bagi kedua kendaraan lansiran Nissan tersebut, biasanya metode OptiK ini berbarengan dengan Tune-Up Semi Sport (TUSS). Nah, sedikit informasi bahwa TUSS ini merupakan metode meningkatkan performa dan membuat irit bahan bakar menjadi sentuhan tunning khas yang dilakukan oleh bengkel Provis Autolab.

Baca juga: Monitor HU Dynavin Untuk Nissan Serena C26, Bebas Browsing Hingga Putar Lagu

Penyetelan klep dilakukan pada Nissan X-Trail dan Serena tersebut, menggunakan feeler gauge yang presisi. Sehingga akan mendapatkan hasil yang optimal. Tujuan dari metode OptiK ini adalah menghilangkan atau mengurangi getaran mesin, suara mesin lebih halus, dan komsumsi bahan bakar lebih efisien.

"Penyetelan tidak sembarangan, ada perhitungannya yang jadi rahasia dapur Provis. Metode OptiK ini membuat kinerja mesin mobil lebih maksimal dan meningkat, bahkan bisa membuat komsumsi bahan bakarnya lebih efisien," ungkap Stevanus Jasin selaku punggawa Provis Autolab.

Celah tiap katup diukur presisi menyesuaikan kebutuhan masing-masing silinder, agar komposisi udara dan bensin yang masuk selalu optimal

Jasin juga menambahkan, karena mesinnya yang dibikin jadi sehat, tanpa alat, tanpa aditif, tanpa doping, dan bukan dimanipulasi.

"Konsumsi BBM jadi lebih irit, dan tenaga mesin meningkat. Sebelum OptiK, mobil terasa berat saat berakselerasi," ujar Benny pengguna Nissan X-Trail 2.0.

Sebelumnya X-Trail terasa berat berakselerasi, namun setelah jarum putaran mesin menyentuh angka 3.000 rpm, barulah terasa limpahan tenaganya. Namun itu pun harus menginjak pedal gas lebih dalam.

Apalagi jika ketemu jalan nanjak, terasa sekali mobil seperti berat. Belum lagi ada knocking, jika menggunakan bahan bakar di bawah oktan 92.

KabarOto telah merasakan performa Serena kelahiran 2013 ini, terasa bahwa akselerasi lebih baik, plus otomatis mendapat keuntungan karena tak lagi harus isi BBM oktan tinggi.

Setelah TUSS dan OptiK, konsumsi BBM membaik jadi 1:10,2 kpl dan enaknya lagi bisa pakai oktan rendah. KabarOto biasa isi pakai oktan 89 milik SPBU swasta.

Baca juga: Review Mobil Bekas - Toyota Kijang Innova 2012

Konsumsi BBM jadi 1:10,2 kpl, sebelumnya di angka 1:8,5 kpl, plus pakai BBM oktan lebih rendah

Walau memang tenaga totalnya tak meningkat, namun untuk pemakaian dalam kota. Aplikasi OptiK dan TUSS cukup bikin efisiensi yang signifikan. Menempuh rute sehari-hari di exit tol Pondok Aren, yang jalannya melingkar dan nanjak, KabarOto merasakan perbaikan torsi yang kini lebih lebar di Serena.

Biasanya tachometer selalu di atas 2.000 rpm, namun kini cukup di kisaran 1.500 rpm, tenaga dan torsinya sudah mulai didapat. Terlihat bahwa dengan kecepatan sekitar 40 kpj dan indikator rpm tetap di angka 1.500, kecepatan MPV ini bertambah dikit demi sedikit, yang menandakan torsi mulai bekerja membopong bodi bongsornya.

Mesin MR20 setelah dibersihkan dan mendapat sentuhan TUSS

Dihitung-hitung, selain penghematan konsumsi, KabarOto juga menghemat tiap mengisi penuh bensin. Dari biasanya mengisi BBM oktan 92 seharga Rp 9.000 per liter, jadi Rp 7.190 per liter. Misal tiap mengisi 45 liter saja, BBM oktan 92 harus mengeluarkan uang Rp 405 ribu, sementara pakai BBM oktan 89, cukup keluar uang Rp 323.500, atau penghematan sekitar Rp 81.500.

Sementara pada X-Trail, mobil terasa lebih bertenaga. Paling terasa saat akselerasi, cukup responsif. Plus kini bisa minum BBM dengan nilai oktan lebih redah seperti 90 dan 89.

Untuk diketahui, biaya jasa metode OptiK ini, pihak Provis Autolab membanderol Rp 1,25 juta ke atas untuk mesin 3 silinder, untuk mesin 4 silinder adalah Rp 1,5 juta.

"Kita kasih garansi hingga 2 minggu yah," tutup Jasin.

Baca juga: Review Mobil Bekas Nissan X-Trail T30

Berita Terkait

Berita Terkait