Ini Dia Honda CB100, Motornya Dilan Si Panglima Tempur

Ini Dia Honda CB100, Motornya Dilan si Panglima Tempur Motor klasik Dilan ini ternyata Honda CB100 keluaran tahun 70a-an loh

KabarOto.com - Sudah masuk bulan Febuari nih, tandanya film Dilan 1991 sebentar lagi bakalan tayang. Film ini termasuk yang ditunggu-tunggu sama remaja Indonesia, karena menampilkan cerita remaja zaman 1990-an yang penuh dengan kalimat-kalimat puitis.

Ikon motor jadul yang menjadi tumpangan Dilan, yang diperankan oleh Iqbal Ramadhan, sebagai panglima tempur dalam geng motornya juga tidak luput dari perhatian. Demam Dilan 1990 sempat melanda tahun 2018 lalu dengan fashion yang ia kenakan seperti, jaket jeans serta motornya jadulnya itu.

Baca Juga: Inilah Sederet Mobil Favorit Richard Mille, F1 Klasik Loh!

dilan

Berlatar di kota Bandung, Jawa Barat, Honda CB 100 milik Dilan ini adalah keluaran tahun 1973. Sebenarnya motor seri ini sudah masuk di Indonesia sejak 1971. Motor yang biasa dikenal dengan CB Gelatik ini menggunakan mesin OHC bersilinder tunggal.

Dengan kapasitas 99 cc, motor ini bisa mengeluarkan tenaga 11,5 dk dalam putaran 10.500 rpm, dengan kecepatan maksimal 110 kpj.

Baca Juga: Aston Martin Bakal Merilis Mobil Listrik Berdesain Klasik

Honda CB 100 menggunakan mesin tipe 4 langkah, yaitu mesin dengan pembakaran dalam. Dimana dalam satu kali siklus pembakaran akan mengalami 4 langkah piston. Sekarang ini, mesin pembakaran dalam pada mobil, sepeda motor, truk, kapal, alat berat dan sebagainya, umumnya menggunakan siklus empat langkah.

motornya dilan

CB Gelatik ini menggunakan transmisi model chain (rantai) dengan 5 percepatan. Untuk kapasitas tangkinya, motor ini dapat memuat hingga 10 liter.

Motor ini memiliki tampilan yang cukup ramping dengan panjang 1.955 mm, kemudian lebar 840 mm, dan tingginya 1.095 mm. Apabila kosong tanpa air dan minyak, berat motor ini mencapai 92 kg. Memang cocok dijadikan alat tempurnya Dilan si panglima tempur nih.

motor dilan

Motor jenis ini juga menjadi motor yang cukup menarik minat masyarakat untuk dimodifikasi. Karena spare part yang digunakan tidak melulu harus yang original. Kerangka mesinnya juga tidak tertutup layaknya motor zaman sekarang.

Biasanya, masalah yang paling sering dialami oleh pengguna dengan motor ini pada kelistrikannya, juga akan memungkinkan motor ini sering mogok. Mengingat umur motor ini memang sudah tidak muda lagi, tentu sangat mempengaruhi performanya, karena untuk mendapatkan spare part orisinal motor ini sudah cukup sulit.

Sebagai motor klasik, harga second yang dibanderol oleh CB 100 ini masih tergolong mahal loh. Karena sampai saat ini masih mencapai Rp 14 jutaan.

Baca Juga: Tips Restorasi Vespa Klasik Ala Pakar Skuter