Ini Mobil-mobil Mewah yang Menunggak Pajak di Jakarta

Ahmad Djainudin
Ahmad Djainudin 14 Jan 2018 - 13:02
Ini Mobil-mobil Mewah yang Menunggak Pajak di Jakarta
Pemprov DKI Jakarta merilis mobil-mobil mewah yang menunggak pajak (istimewa)

KabarOto.com - Tahun 2018 ini Pemprov DKI Jakarta merilis 744 merek-merek mobil mewah seharga miliaran rupiah masih menunggak pajak.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menunjukkan gambar dua jenis mobil Lamborghini yang hingga kini pajaknya masih nunggak yaitu Lamborghini Aventador dengan nilai Rp 9,6 miliar.

"Ini dua mobil dengan angka paling mahal dalam daftar kita, Lamborghini. Ada 23 Lamborghini yang belum bayar pajak, harga mobil-mobil tersebut sekitar Rp 103 miliar. Pajak yang belum dibayarkan itu Rp 1,8 miliar," jelasnya.

Baca Juga: Negara Ini Larang Warganya Miliki Mobil Warna Hitam

Satu unit Lamborghini yang pajaknya nunggak ini atas nama perusahaan yang bergerak di bidang keuangan. "Rasanya unit ini dipakai seorang CEO, karena resmi tercatatnya nama perusahaan ini. Kalau yang ini pribadi," sebutnya seraya menunjukkan contoh jenis mobil Lamborghini. Ada juga Lamborghini senilai Rp 5,8 miliar yang pajaknya nunggak.

Setelah Lamborghini ada mobil Rolls Royce seharga Rp 6,9 miliar dan Rp 6,4 miliar, Ferrari seharga Rp 6,6 miliar, Rp 6,4 miliar dan Rp 5,9 miliar. "Kalau lihat daftar ini tapi tidak bayar pajak, tidak ada penjelasannya, malu kita. Malu dengan nilai kendaraan sebesar itu," kata Anies.

Anies mengimbau para pemilik mobil mewah segera menunaikan kewajibannya, apalagi yang harga mobilnya cukup fantastis di atas Rp 1 miliar. "Bagi mereka yang memiliki kendaraan dengan angka Rp 6 miliar, bayar pajak yang menjadi kewajiban bukan angka yang fantastis. Ini tinggal soal menunaikan," jelasnya.

Pajak dari para pemilik kendaraan ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai program pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Di Jakarta kita semua punya program untuk menuntaskan kemiskinan. Program untuk warga-warga yang menganggur, warga-warga yang sekarang berada di kampung-kampung kumuh. Itu semua didanai lewat uang pajak," tutupnya.

Editor : bimo