Ini Penjelasan Terkait Asuransi Untuk Mobil Otonom

Ini Penjelasan Terkait Asuransi untuk Mobil Otonom foto: www.carscoops.com

KabarOto.com - Saat ini teknologi sedang berkembang terkait kendaraan otonom. Di mana kendaraan ini dapat mengemudi tanpa memerlukan pengemudi sebagai pengontrol atau pengendali setir. Tapi, ada yang perlu diperhatikan bagi perusahaan-perusahaan mobil serta teknologi terkait kendaraan semacam ini.

Tidak dapat dipungkiri kecelakaan tetap akan terjadi walaupun dikendalikan dengan teknologi. Tapi, siapakah yang akan membayar segala kerusakan serta tagihan-tagihan yang ada? Terkadang masih saja ditemui peristiwa kecelakaan tapi pengemudi tidak mau disalahkan.

Baca Juga: Delivery Order Pakai Mobil Tanpa Kemudi, Sudah Ada Di Amerika Loh

Di Inggris, Pemerintahannya sudah menyetuji UU Automated and Electric Vehicles (AEV). Dikutip dari CNN, Eksekutif AXA Insurance UK, David Williams menjelaskan bahwa sudah ada struktur yang jelas untuk pertanggungjawaban. Pemilik mobil otonom diharuskan membeli dan memiliki polis asuransi yang patuh terhadap peraturan lalu lintas jalanan.

asuransi

Nah, bagaimana dengan mobil otonom yang memungkinkan pengemudi dapat memilih mode manual atau self-driving pada mobilnya? AXA sudah punya jawabannya, untuk kasus seperti ini pemilik dapat membeli satu polis yang mencakup dua mode mengemudi.

Perusahaan asuransi akan terus membayarkan klaimnya, tetapi apabila ketika terjadi kecelakaan yang ditemukan adalah kesalahan teknologi maka sebagian biaya akan tetap dipegang oleh AXA. William menambahkan, "Sebagian dari klaim ini akan diteruskan ke produsen."

Baca Juga: Canggih! Honda Ciptakan Mobil Otonom Anti Nabrak

Nicolas Jeanmart selaku kepala asuransi bagian personal dan umum di Insurance Europe mengatakan, "Kami berpandangan bahwa asuransi kewajiban pihak ketiga wajib bekerja dengan baik dalam melindungi pengguna jalan dan bahwa ini akan terus menjadi kasus dengan perkembangan teknologi yang sedang berlangsung, seperti kendaraan yang terhubung dan otonom."

The National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menyatakan bahwa human error pada kecelakaan merupakan penyebab yang tidak kurang dari 94%. Artinya, penyebab kecelakaan sebagian besar bisa diperkecil dengan adanya mobil otonom.

asuransi

"Jika nanti pada waktunya 50% mobil aman dan memiliki lebih sedikit kecelakaan, itu berarti mobil manual yang tersisa akan memiliki lebih sedikit kecelakaan juga," kata Williams.

Mungkin sebagian orang merasa bahwa klaim biaya untuk mobil dengan teknologi self-driving termasuk tinggi, ini dikarenakan teknologi yang gabungkan. Tapi semuanya bisa berubah ketika produksi teknologi ini meningkat.

yang berpikir bahwa sementara klaim biaya untuk mobil self-driving mungkin tinggi pada awalnya, karena teknologi mahal yang mereka gabungkan, itu semua bisa berubah ketika produksi meningkat seiring waktu.

“Bahkan dalam kasus kendaraan bersama, kendaraan itu sendiri masih perlu diasuransikan, terlepas dari apakah asuransi dibagi antara pemiliknya atau tidak,” tutup Jeanmart.