Jasa Marga Tanggapi Maraknya Informasi Miring Seputar Transaksi Gerbang Tol

Jasa Marga Tanggapi Maraknya Informasi Miring Seputar Transaksi Gerbang Tol Jalan tol

KabarOto.com - Menanggapi beredarnya kembali pesan broadcast di platform Whatsapp mengenai petugas atau operator jalan tol menipu pengguna jalan. Kabar tersebut nyatanya sampai kepihak manajemen Jasa Marga.

Menanggapi hal itu, Dwimawan Heru AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) mengatakan, "Dapat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut, dapat dipastikan postingan ini tidak update, karena pesan ini telah beredar di sekitar awal bulan September 2018 dan sangat disayangkan saat ini kembali viral di platform yang sama," ungkapnya.

Heru menambahkan, pesan yang beredar tidak mencantumkan lokasi/nama Gerbang Tol. Namun, berdasarkan besaran tarif tol untuk golongan II di ruas JORR, dapat kami simpulkan bahwa Gerbang Tol tersebut tidak berada pada Jalan Tol JORR milik Jasa Marga.

Baca juga: Memperlancar Arus Lalin, Jasa Marga Tambah Gardu Tol Di Gerbang Pasteur

"Namun kami turut memberikan informasi dasar sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengoperasian jalan tol, hal tersebut bukan merupakan kesengajaan dari petugas," tambah Heru.

Hingga saat ini, kontrol golongan kendaraan di Gerbang Tol Otomatis (GTO) Multi Golongan (GTO dengan plang tinggi untuk kendaraan non Gol I maksimal tinggi 4,2 meter) masih dilakukan secara manual oleh petugas di dalam gardu kontrol. Petugas harus melakukan entry data jenis golongan kendaraan ke dalam sistem untuk setiap kendaraan yang melakukan transaksi.

Dalam kasus ini, petugas salah menekan golongan kendaraan (yang seharusnya ditekan gol I namun yang tertekan adalah gol II). Kesalahan petugas dalam kasus di atas jelas tidak ada sama sekali maksud petugas melakukan kecurangan seperti apa yang dituduhkan, namun murni dikarenakan faktor human error.

Baca juga: Bulan Depan, Ganjil-Genap Akan Diterapkan Di Gerbang Tol Tambun

Ditambah lagi, melalui elektronifikasi jalan tol 100% cashless yang diberlakukan sejak tahun lalu, semua transaksi langsung masuk ke rekening di bank.

"Kami mengimbau masyarakat dapat mencermati dan tidak menyebarluaskan informasi sepihak, yang belum dapat dikonfirmasi kebenarannya," pungkasnya.