KabarOto.com - Bunyi tidak biasa seperti decitan atau gesekan kasar pada sistem pengereman sepeda motor mengindikasikan adanya kotoran, keausan komponen, hingga perubahan penyetelan yang berpotensi menurunkan kinerja pengereman dan membahayakan keselamatan berkendara.
Baca Juga: Strategi Terbaru Harley-Davidson di Dunia Motorsport 2027
Daftar Isi
Pemeriksaan Area Rem
Daftar Isi
Komponen utama yang perlu diperiksa adalah kampas rem. Keausan hingga batas minimum pemakaian maupun pengerasan pada permukaan material friksi kampas rem akan memicu suara decitan saat bergesekan langsung dengan piringan cakram, sehingga penggantian kampas sesuai spesifikasi sangat diperlukan.
Kebersihan area pengereman dan kondisi piringan cakram juga memegang peranan krusial. Akumulasi debu, lumpur, atau partikel asing di antara kampas dan cakram, serta permukaan piringan cakram yang aus atau tidak rata, dapat memicu timbulnya suara gesekan yang tidak normal.
Baca Juga: Berikut Perbedaan Rem Cakram dan Tromol pada Mobil

Teknis Rem Cakram
Pada sistem rem cakram, keandalan hidrolis bergantung pada volume cairan rem yang sesuai standar, bebas kebocoran, dan diganti secara berkala setiap 2 tahun atau 24.000 km. Selain itu, piston dan kaliper harus dipastikan bergerak lancar tanpa hambatan akibat kotoran agar kampas tidak macet dan terus bergesekan,
ujar Jamroni, Training Facilitator PT Daya Adicipta Motora (DAM).
Untuk sistem rem tromol, akumulasi debu hasil pengikisan kampas di dalam rumah tromol menjadi pemicu utama timbulnya suara. Pembersihan berkala pada ruang dalam tromol diperlukan untuk menjaga gesekan tetap bersih dan responsif.
Penyetelan jarak main bebas (free play) pada tuas atau pedal rem tromol harus sesuai dengan spesifikasi pabrikan. Penyetelan yang terlalu longgar mengakibatkan pengereman kurang responsif, sedangkan penyetelan yang terlalu rapat menyebabkan kampas rem terus bergesekan dengan tromol saat kendaraan melaju.
