Mencicipi Performa Hyundai Kona Electric Di Sirkuit Sentul

Mencicipi Performa Hyundai Kona Electric di Sirkuit Sentul

KabarOto.com – Tahun lalu, Hyundai Kona Electric menjadi salah satu brand di luar Eropa yang permintaan akan mobil listrik begitu mengejutkan. Sebab dalam kurun waktu 2 tahun diperkenalkan Maret 2018 – Juni 2020 sudah bukukan 103.719 unit.

Hyundai Motors Indonesia (HMID) tak ingin ketinggalan momen tersebut dengan menghadirkan Hyundai Kona Electric untuk konsumen Tanah Air. Kona Electric disuguhkan banderol Rp 697 juta, ada lima warna menarik yang menggoda.

Baca juga: Hyundai Kona Electric Terbaru, Lebih Bikin Tersenyum

KabarOto mendapat kesempatan mencoba di sirkuit Sentul atas undangan HMID, Jumat lalu, (19/3). Lintasan dibuat menarik, sekaligus untuk menguji akselerasi Kona Electric, pengendalian dan kesenangan berkendara di mobil yang berkemas crossover.

Beruntung, Kona Electric Facelift yang kami tunggangi. Padahal mobil ini belum resmi diluncurkan oleh HMID. Sebelumnya yang diluncurkan adalah Kona Electric edisi desain tahun 2018. Tapi HMID memastikan, konsumen yang baru memesan langsung mendapat model ini.

Fungsi kisi-kisi di bagian wajah Kona Electric facelift ini sebagai bagian dari efisiensi aerodinamika. Selain membelah udara lebih baik, namun juga membantu menghilangkan gejala turbulensi di rumah roda. Lampu depan kini sudah gunakan multi reflector LED.

Waktu yang terbatas tak bisa membuat kami mengeksplorasi lebih jauh soal mobil litrik yang didatangkan dari Korea ini. Namun setidaknya kami bisa mendapat impresi perihal akselerasi dan kemampuan bermanuver, meski Kona Electric ini punya ground clearance tinggi.

Bonar Pakpahan, Product Expert HMID menjelaskan kepada KabarOto bahwa distribusi bobot Kona Electric sangat baik. “Karena instalasi baterai dialokasikan di lantai kendaraan, sehingga memberikan keseimbangan saat bermanuver.”

Tentunya hal ini membuat kami semakin penasaran menjajal Kona Electric Facelift ini di lintasan aspal Sirkuit Sentul yang baru saja melakukan pelapisan ulang, sehingga bisa lebih maksimal mengeksplorasi performanya.