Mengejutkan, Ghosn Katakan Nissan Akan Bangkrut Dalam Waktu 3 Tahun

Mengejutkan, Ghosn Katakan Nissan akan Bangkrut dalam Waktu 3 Tahun

KabarOto.com - Akhir 2018 lalu, industri otomotif dikejutkan dengan berita pencabutan jabatan Carlos Ghosn. Ia merupakan Chairman Nissan, tentunya bukan masalah kecil yang akhirnya berpengaruh pada jabatannya. Pasalnya, Ghosn mendapat tuduhan membuat laporan tahunan palsu.

Baru-baru ini sebelum kabur dari Jepang, Ghosn memberi pernyataan menghebohkan industri otomotif. Hal ini terkait keberlangsungan hidup merek otomotif Jepang yang bertahun-tahun sempat di bawah naungannya.

Baca Juga: Hadapi Kasus Korupsi, Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Kabur Dari Jepang

Nissan Motor Co dinyatakan bakal bangkrut dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun. Ghosn mengatakan hal tersebut pada seorang pengacara pribadinya dalam sesi wawancara eksklusif yang berlangsung selama 10 jam.

"Dia mengatakan kepada saya bahwa Nissan mungkin akan bangkrut dalam dua hingga tiga tahun. Tetapi Ghosn tidak menjelaskan alasan lebih rinci kesulitan yang akan dialami Nissan," jelas Nobuo Gohara.

Baca Juga: Renault Terancam Rogoh Kocek Puluhan Juta Euro Untuk Pesangon Carlos Ghosn

Perihal pernyataan tersebut, Azusa Momose selaku juru bicara Nissan enggan untuk berkomentar. Namun, beberapa bulan terakhir Nissan memang mengalami penurunan penjualan mobil di Cina dan Eropa.

Peristiwa tersebut mendorong mereka untuk memangkas prakiraan laba dan penjualan untuk tahun fiskal. Masih berkelanjutan, Nissan juga berencana memberhentikan 12.500 pekerja secara global.

Laporan tahunan palsu yang dibuat Ghosn kepada Bursa Efek Tokyo kurang dari jumlah yang seharusnya. Menurut Kyodo News Service, Nissan membayar Ghosn hampir 10 miliar yen atau sekitar Rp 1,2 triliun selama 5 tahun hingga Maret 2015, termasuk gaji dan pendapatan lain dari perusahaan.

Tetapi laporan yang dibuatnya seolah-olah Ghosn hanya mendapat 5 miliar yen, setara Rp 647 miliar, atau setengah dari apa yang dia terima.