Mengenal Bohlam HID Secara Singkat

Mengenal Bohlam HID Secara Singkat

KabarOto.com - Menurut Lily Hernawan selaku Direktur Sampurna Part Niaga (SPN), distributor lampu Autovision di Indonesia, teknologi LED di masa depan akan mendominasi sistem penerangan pada mobil.

Mulai dari lampu pada bagian eksterior hingga interior. Lampu LED memang ia klaim terbukti lebih unggul. Seperti lebih hemat energi serta usia pemakaian yang lama.

Tak sekadar lampu LED yang banyak digemari konsumen. Menurutnya, lampu model HID (High Intensity Discharge) pun rupanya masih jadi salah satu pilihan konsumen saat melakukan penggantian bohlam.

"HID merupakan jenis lampu yang memanfaatkan media gas sebagai penghasil cahaya. Prinsip kerjanya, emisi-elektron yang bergerak dari katode menuju anode akan menumbuk media gas yang terdapat dalam tabung hampa udara. Tumbukan ini akan melepaskan energi berbentuk cahaya. Gas yang umum digunakan adalah Xenon, makanya lampu HID akrab disebut lampu Xenon," jelas Lily.

Baca Juga: Cermati Cara Pilih LED Mobil, Ini Tipsnya!

Umumnya HID tersedia dalam berbagai pilihan warna cahaya, mulai dari 3.000 K (Kelvin), 4.300 K, 6.000 K, 8.000 K, 10.000 K, 12.000 K, 16.000 K dan 25.000 K. Temperatur warna 3.000 K berwarna agak kuning, cocok digunakan kondisi cuaca berkabut ataupun hujan deras.

Cahaya 4.300 K berwarna putih kekuningan, sementara cahaya 6.000 K menghasilkan warna putih dan 8.000 K berwarna putih kebiruan. Penggunaan temperatur warna di atas 8.000 K kurang dianjurkan, karena daya penetrasi cahaya saat hujan deras maupun kabut semakin berkurang.

Rumusan sederhananya, semakin tinggi derajat temperatur warnanya, semakin putih atau biru cahaya yang dihasilkan. Bergantung gas yang terkandung dalam bohlam. Tapi produk terkini lebih dominan memancarkan sinar keputihan.