Mika Lampu Berembun Dan Masuk Air, Ini Tips Reparasinya

Mika Lampu Berembun dan Masuk Air, Ini Tips Reparasinya

KabarOto.com - Lampu mobil berembun kerap terjadi pada bagian dalam mika atau kaca lampu. Tidak hanya mobil-mobil lawas, masalah ini juga bisa dialami kendaraan baru.

Penyebab munculnya embun atau kondensasi di bagian dalam mika lampu. Umumnya terjadi karena adanya perbedaan suhu udara antara luar mika lampu dan bagian dalamnya. Sehingga muncul bintik-bintik air di dalam mika yang bisa merusak pemandangan selain fungsinya. Bahkan, hadirnya air tersebut bisa membuat korslet bohlam lampu.

Baca Juga: Laris Manis, Peugeot 208 RALLY4 Ingin Ulangi Kedigdayaan Sang Kakak

“Munculnya embun di dalam mika lampu biasanya terjadi ketika cuaca sedang hujan, atau mobil habis keluar dari tempat cucian mobil. Saat kondisi tersebut, perbedaan suhu antara ruang dalam dan luar mika terjadi hingga menyebabkan terbentuknya embun,” ucap Samsudin selaku Technical National PT Astra International Peugeot.

Hadirnya embun jelas tidak bisa didiamkan begitu saja. Karena embun dapat masuk ke dalam rumah lampu, biasanya terjadi akibat sealant yang jadi perekat antara mika dan rumah lampu bocor. Hal ini bisa disebabkan oleh usia plastik yang sudah lama sehingga mulai getas termakan usia. Jadi kemungkinan air menyusup masuk kian besar.

Baca Juga: New Peugeot 308 Resmi Meluncur, Ini Pilihan Mesinnya

Menurutnya, adanya air di dalam mika lampu juga bisa terjadi jika mobil habis menerjang banjir. Sehingga air bisa masuk melalui lubang ventilasi atau karet sil pelindung rumah bohlam (fiting lampu).

Jika kondisi embun terlalu sering terjadi, bahkan hingga air masuk ke dalam rumah lampu, mau tidak mau lampu harus dibongkar. Lakukan perawatan sekaligus perbaikan di area yang rusak, sekaligus dibersihkan dan diberi sealant agar tidak terjadi kebocoran.

“Tapi kalau belum sempat bawa ke bengkel khusus lampu, tindakan preventif yang bisa dilakukan adalah menghindari penyemprotan air bertekanan di seputar headlamp. Apalagi coba-coba menerobos banjir, terutama mobil-mobil rendah macam sedan,” tukas Samsudin.