Mobil F1 Paling Inovatif, Berkembang Dan Dominan Di 2022

Mobil F1 Paling Inovatif, Berkembang dan Dominan di 2022 Foto: Formula 1

KabarOto.com - Musim 2022 balap Formula 1 telah selesai, memberikan hal-hal menarik dari mobil yang berlaga pada musim tersebut. Kami coba ulas 3 mobil tim F1 yang menarik perhatian dari desain, performa hingga temuan inovatif pada musim 2022 ini.

Mercedes-AMG Petronas, Scuderia Ferrari dan Red Bull Racing adaah tim yang mendapat sorotan perhatian selama musim 2022 ini, ketiga tim tersebut adalah tim besar yang melakukan pengembangan desain pada mobil-mobil pacunya. Desain inovatif menjadi solusi ketiga tim itu untuk tampil menonjol selama musim ini.

Mesin menggunakan sesuai regulasi, yakni V6 Hybrid Turbo dengan kapasitas 1.600 cc. Namun walau konfigurasi mesin sama, teknisnya setiap tim memiliki performa yang berbeda-beda.

Mari kita simak mobil-mobil F1 musim ini yang paling menonjol.

Baca juga: Saudi Motorsport Company Umumkan Perubahan Trek Di Jeddah Corniche Circuit

F1-75 dengan saluran udara atas unik

Scuderia Ferrari F1-75

Dari segi aerodinamisnya, Scuderia Ferrari F1-75 memiliki sidepods dan saluran permukaan atasnya yang unik, memberikan kombinasi yang hebat antara performa lantai dan sayap belakang.

Di bawah penutup mesin terdapat unit tenaga 066/7 baru yang sangat berbeda dari yang lain, memberi mobil akselerasi kecepatan rendah yang eksplosif.

Turbo lebih kecil dan saluran masuk lebih panjang dari pada mobil saingan, kombinasi yang membantu respons kecepatan rendah bila digabungkan dengan sistem pengapian super cepat, memungkinkannya memanfaatkan sepenuhnya tekanan bahan bakar 500 bar yang diizinkan oleh peraturan.

Kombinasi dari aerodinamis unik dan unit tenaga dibuat untuk sebuah mobil yang mengatur urutan posisi pole yang mempesona, meskipun keandalan masih perlu diperbaiki. Lebih dari segalanya, itu menggambarkan kedalaman bakat kreatif yang ada di tim asal Maranello, Italia.

W13 berjuang untuk mengendalikan masalah porpoising

Mercedes-AMG Petronas W13

Mercedes-AMG Petronas awalnya percaya diri akan desain mobilnya, inovasi W13 pada bagian side podstadinya bisa menunjukan performa menakjubkan. Sayangnya, porpoising menjadi kendala utama mobil ini, Lewis Hamilton dan George Russel di awal musim seperti dibuat tak berdaya untuk mengejar Scuderia Ferrari dan Red Bull Racing.

Tim teknis terus melakukan update atau peningkatan pada W13, meskipun harus diterima bahwa ada banyak ruang untuk peningkatan seperti itu.

Itu dicapai bukan melalui serangkaian pembaruan tanpa henti, melainkan analisis mendalam tentang akar masalah mobil dan pemahaman yang lebih baik tentang cara mengatasinya. Beberapa hal mendasar yang memicu masalah tersebut adalah area lantai terbuka yang luas, jarak suspensi belakang yang terbatas.

Porpoising adalah masalah aerodinamis yang diderita oleh banyak tim tetapi mengharuskan mobil untuk awalnya berjalan dengan ketinggian tunggangan yang lebih tinggi daripada yang dirancang untuk itu. Namun, hanya ada yang setinggi itu yang bisa dijalankan, karena perjalanan suspensi yang terbatas. Hal ini pada gilirannya membuat suspensi harus berjalan lebih kaku, dan itu membawa masalah tersendiri dalam menciptakan fenomena porpoising.

Dibandingkan dengan Red Bull Racing yang sepertinya menemukan solusi menjinakan porpoising, penyesuaian lantai dan inovasi di sayap depan untuk memberikan kontrol yang lebih baik. Cukup membantu menjinakkan mobil secara aerodinamis dan dengan sayapnya yang besar menghasilkan gaya tekan ke bawah yang sangat baik.

Di trek yang tidak terlalu bergelombang dan dengan jalan lurus yang tidak terlalu panjang, bisa dibuat kompetitif, terutama setelah pembaruan di F1 Austin, Amerika Serikat, pada sayap depan dan lantai bersamaan dengan penghematan bobot yang signifikan. Perubahan ini bertepatan dengan tiga trek yakni di COTA, Mexico City dan puncaknya adalah kemenangan di Interlagos, Brasil.

Baca juga: Persaingan Rekan Satu Tim Paling Sengit Di Formula 1

RB18 memiliki downforce yang baik

Red Bull Racing RB18

Kunci keunggulan Red Bull Racing RB18 adalah downforce. Adrian Newey sebagai desainer mobil ini menemukan beberapa trik desain pintar untuk membuat RB18 melesat cepat. Sebutan "pengendali angin" rasanya tepat untuk Newey, ia membuat bagian lantai lebih besar, bagian belakang sedikit tinggi dan suspensi belakang seperti terjepit.

Mobil dapat menghasilkan downforce besar saat kecepatan tinggi, saat ditikungan termasuk lincah namun kecepatannya tidak secepat Scuderia Ferrari F1-75.

Medan pertempuran aerodinamis menjadi bukan siapa yang dapat menghasilkan downforce dengan kecepatan paling tinggi, tetapi siapa yang dapat menghasilkan penyebaran gaya tekan ke bawah terbaik di seluruh rentang kecepatan. Dalam hal ini RB18 jelas merupakan yang terbaik, dan Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia, menjadi saksi bisu karya yang sempurna untuk itu.

Meskipun Max Verstappen memulai start dari posisi 14 setelah menetapkan waktu tercepat di kualifikasi. RB18 sanggup membuat Verstappen berlari kencang, hingga akhirnya pria asal Belanda itu memegang posisi terdepan setelah tiap satu lap berhasil menyalip 1 mobil.

Itu sejauh ini merupakan tingkat keunggulan performa terbesar yang ditunjukkan oleh mobil mana pun sepanjang musim 2022, dominasi ditunjukan dengan performa unggul pada RB18.