Pengguna Mobil Solar Banyak Di Rumah, Permintaan Biodiesel Menurun

Pengguna Mobil Solar Banyak di Rumah, Permintaan Biodiesel Menurun

KabarOto.com - Selain fokus mengembangkan kendaraan listrik, Pemerintah juga terus konsentrasi mengembangkan kendaraan yang menggunakan bahan bakar nabati. Tujuannya untuk menghadirkan emisi gas buang yang lebih baik.

Pemerintah, melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Tarbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, sudah menetapkan volume alokasi target Bahan Bakar Nabati jenis (BBN) minyak kelapa sawit untuk biodiesel tahun 2021 sebesar 9,2 juta kilo liter (kl).

Baca juga: Biodiesel 30 Persen Dinilai Beri Dampak Positif Pada Ekonomi Masyarakat

Lalu bagaimana Bio Diesel di masa pandemik ini? Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia atau Aprobi, Paulus Tjakrawan mengatakan, diodiesel saat ini tetap berjalan, namun dia tidak menampik jika permintaannya menurun.

Biodiesel kini telah tersedia di seluruh SPBU Indonesia

"Biodiesel tetap berjalan, seperti tahun lalu kita lihat pengguna turun, pasti ada penurunan, penurunan berapa persen berapa tidak tahu," jelas Paulus, Senin (26/07).

Penurunan menurut dia karena pemakai kendaraan diesel tidak keluar rumah, banyak yang memarkirkan kendaraannya di garasi. "Pemakai mobil diesel di rumah, paling untuk kendaraan logistik," tambahnya.

Sebagi informasi, untuk menyalurkan Bahan Bakar Nabati tersebut, tahun 2021 ini, Pemerintah sudah menunjuk 20 Badan Usaha (BU) BBM dan BU BBN sebagai pemasok biodiesel. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 252.K/10/MEM/2020 yang ditetapkan pada tanggal 18 Desember 2020.

Baca juga: Alokasi Minyak Sawit Untuk Biodiesel Tahun 2021 Hanya 9,2 Juta Kl

Perusahaan untuk BU pemasok biodiesel di antaranya PT Wilmar Nabati Indonesia mendapatkan alokasi sebesar 1,37 juta kl diikuti oleh PT Wilmar Bioenergi Indonesia sebesar 1,32 juta kl. Selanjutnya PT Musim Mas dan PT Cemerlang Energi Perkasa.