Pertamina Gandeng Clariant Ciptakan Bahan Bakar Nabati

Pertamina Gandeng Clariant Ciptakan Bahan Bakar Nabati

KabarOto.com - Clariant, sebuah perusahaan bahan kimia bekerja sama dengan Pertamina untuk mengevaluasi dan menguji kelayakan teknologi sunliquid Clariant, untuk memproses bahan baku regional yang tersedia di Indonesia menjadi biofuel etanol selulosa.

Indonesia dinilai pihaknya memiliki potensi biomassa sangat besar yang belum dimanfaatkan, mulai tandan buah kosong hingga daun kelapa sawit yang dapat diubah menjadi etanol selulosa.

Sayangnya, pihaknya menilai pemanfaatannya saat ini masih diabaikan, hingga saat ini, kedua bahan baku tersebut seringkali dibakar, yang mengakibatkan terjadinya pencemaran udara.

Peningkatan dramatis dalam permintaan etanol diperkirakan terjadi di Indonesia, hal ini terutama dipicu oleh mandat campuran etanol E10 secara nasional. Solusi teknologi bahan bakar canggih, seperti proses Clariant's sunliquid dinilai sangat penting untuk menyesuaikan potensi bahan baku dengan permintaan akan etanol yang terus meningkat di negara ini.

Baca Juga: Sempat Terbakar, Kilang Pertamina Balongan Mulai Beroperasi

Kolaborasi awalnya difokuskan pada analisis kinerja tekno-ekonomi dan pengujian tandan buah kosong dan daun kelapa sawit. Hasil akhir evaluasi menunjukkan bahwa teknologi sunliquid berhasil mengubah kedua bahan baku menjadi etanol selulosa sekaligus mencapai hasil konversi yang baik.

Kemudian, dalam studi rekayasa konseptual yang dilakukan baru-baru ini, keseimbangan proses, spesifikasi sistem, dan ekonomi proses dihitung secara rinci. Hal ini menjadi dasar pertimbangan Pertamina untuk terus berinvestasi di fasilitas produksi bahan bakar nabati komersial.

"Kami sangat senang bahwa Pertamina, telah memilih proses sunliquid kami untuk penilaian teknologi dan bahan baku ini, serta untuk studi desain proses skala komersial berbasis bahan baku regional," tegas Christian Librera selaku Vice President and Head of Business Line Biofuels and Derivatives Clariant.

Saat perusahaan minyak internasional lainnya mulai mengarahkan transisi energi, pihaknya menilai Pertamina telah berkomitmen untuk memainkan perannya dengan mendorong pengembangan energi yang bersih untuk mengurangi emisi karbon global.

Baca Juga: SPBU Pertamina Kompak Di Mentawai Hadirkan Pertamax

"Komitmen baru dan kuat kami ini didukung oleh penilaian kunci tentang masa depan, bahwa energi bersih adalah kunci keberlanjutan energi", kata Andianto Hidayat, Vice President Downstream Research and Technology Innovation, Pertamina.

Pertamina mempresentasikan hasil proyek tersebut di Hannover Messe yang diselenggarakan secara virtual pada tanggal 12 - 16 April 2021, negara mitranya di tahun ini adalah Indonesia.