Simak 5 Kebiasaan Buruk Yang Harus Dihindari Ketika Mengemudikan Mobil

Simak 5 Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari Ketika Mengemudikan Mobil Kipli

KabarOto.com - National Sales Manager PCR (Passenger Car Radial) PT. Hankook Tire Sales Indonesia, Apriyanto Yuwono menghimbau para pengemudi pemula untuk memperhatikan tata cara mengemudi yang baik dan benar.

“Minimnya pengalaman berkendara membuat pengemudi pemula cenderung melakukan kesalahan-kesalahan yang memperpendek usia pakai komponen mobil dan berisiko membahayakan diri sendiri dan orang lain,” jelas Apri.

Pihaknya telah merangkum lima kesalahan umum pada pengemudi pemula roda empat saat berkendara. Pertama, kurang memahami sistem kopling. Terlalu lama menekan kopling dapat mempercepat keausan pada release bearing dan pelat kopling.

"Oleh sebab itu, lepaskan kaki dari pedal kopling setelah proses memindahkan gigi transmisi," ujarnya. Apri mengingatkan, menahan setengah pedal kopling akan membuat kampas kopling cepat habis. Jika sudah begitu, mobil bisa hilang tenaga karena kopling memiliki fungsi meneruskan tenaga dari mesin ke transmisi.

Kesalahan kedua, yaitu memasukkan gigi pada mobil transmisi manual saat parkir, terutama dalam waktu lama. Banyak pengendara yang menganggap cara ini ampuh menahan mobil agar tidak bergerak.

Baca juga: Tips Merawat Aki Sepeda Motor Agar Awet dan Harga Resminya

"Padahal, langkah ini keliru karena ada kecenderungan kendaraan lompat saat mesin dinyalakan. Apalagi saat parkir di turunan atau tanjakan akan membuat kendaraan lebih rawan bergerak di luar kendali sehingga mengakibatkan kecelakaan," tandasnya.

Ketiga, menggunakan persneling sebagai hand rest atau tempat tangan beristirahat. Tuas persneling yang sering dijadikan hand rest berpotensi menurunkan konsentrasi pengemudi saat berkendara dan bisa merusak komponen persneling tersebut.

"Terlebih, tuas persneling ini memiliki sistem mekanis di bawahnya sehingga menaruh tangan kiri di atasnya bisa memberikan tekanan pada sistem tersebut," pungkasnya.

Kesalahan keempat sering dilakukan pengguna mobil matik, seperti kebiasaan mempertahankan posisi mode D pada saat tanjakan. Menurutnya, hal ini dapat menyebabkan mesin harus bekerja lebih keras, bahkan dapat mengalami kehilangan tenaga mesin (loss power).

Baca juga: Jarang Diperhatikan, Ini Cara Merawat Knalpot

Pengemudi bisa merubah transisi menjadi mode D1 atau D2 agar memudahkan mobil melaju saat di tanjakan.

Terakhir, pengemudi pemula sering mengabaikan kondisi mobil karena mengira mobil yang masih baru akan selalu memiliki kondisi prima.

Padahal pengendara harus melakukan servis secara berkala, paling tidak setiap 6 bulan sekali untuk mengecek ataupun mengganti komponen mobil, salah satunya ban.