Strategi Rekayasa Lalu Lintas Mudik Lebaran 2026, One Way dan Ganjil-Genap Kembali Berlaku

Dian Tami Kosasih
Dian Tami Kosasih
Rabu, 28 Januari 2026
Strategi Rekayasa Lalu Lintas Mudik Lebaran 2026, One Way dan Ganjil-Genap Kembali Berlaku

Ilustrasi Mudik Lebaran 2026.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Menjelang mudik Lebaran 2026, Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho memaparkan kesiapan komprehensif untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di seluruh Indonesia. Mengedepankan kolaborasi teknologi dan rekayasa jalur, strategi ini diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan pemudik.

Dalam keterangan resminya, Irjen Pol Agus menegaskan bahwa penerapan kebijakan One Way dan Contraflow tidak akan dilakukan secara sembarangan. Penentuan kebijakan tersebut akan didasarkan pada perhitungan parameter volume kendaraan yang akura.

Baca Juga: Ubah Warna Mobil, Begini Prosedur Resmi Urus STNK dan BPKB di Samsat

"Hitungan itulah yang menjadi keputusan apakah kita lakukan Contraflow satu lajur atau dua lajur, serta pembukaan jalur dari KM 70 hingga KM 188 untuk melancarkan arus menuju Trans Jawa," ujar Kakorlantas.

Selain itu, sistem Ganjil-Genap akan kembali diberlakukan untuk menekan kepadatan volume kendaraan di titik-titik krusial.

Salah satu terobosan utama tahun ini adalah penguatan infrastruktur teknologi. Korlantas Polri memastikan pemantauan arus di jalan tol, arteri, terminal, bandara, hingga pelabuhan dapat dimonitor secara terpusat.

Penggunaan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) dan pengembangan ETLE Drone menjadi ujung tombak pengawasan untuk memastikan kedisiplinan pengendara sekaligus mempercepat respons petugas di lapangan jika terjadi kendala.

Untuk memecah kepadatan, Polri akan mengoptimalkan jalur tol fungsional seperti ruas Prambanan–Purwomartani dan Yogya–Bawen. Di sisi lain, pembatasan kendaraan angkutan barang (sumbu 3 ke atas) juga akan diatur melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) guna menjaga kelancaran flow kendaraan pribadi dan bus penumpang.

Baca Juga: STNK Rusak atau Luntur Kena Hujan, Berikut Cara Mengurusnya di Samsat

Polri juga telah menyiapkan skenario darurat (emergency split) untuk menghadapi potensi bencana alam atau kendala teknis lainnya. Ribuan personel akan disebar di berbagai titik dalam Pos Pengamanan (Pos PAM), Pos Pelayanan dan Pos Terpadu.

"Kami memprioritaskan arus menuju Trans Jawa, Sumatera, dan Bandung saat mudik, serta arah sebaliknya saat arus balik. Semua skenario, termasuk manajemen di wilayah rawan seperti Puncak, Jawa Timur, dan Bali, sudah kami siapkan berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya," pungkas Irjen Pol Agus.

Tags:

#Mudik Lebaran 2026 #Jalur Mudik Lebaran #One Way #Peraturan Ganjil Genap

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan